0 menit baca 0 %

Subbag Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Riau Gelar Dialog Intren Umat Beragama di Kemenag Bengkalis

Ringkasan: Bengkalis (Kemenag) Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan terhadap semua, umat beragama, Subbag Ortala dan KUB Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Riau menggelar Dialog Intren Umat Beragama dan Moderasi Beragama bagi pemeluk Agama Khonghucu Rabu, 04/09/2024 di Aula gedung PLHUT Kemenag...

Bengkalis (Kemenag) – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan terhadap semua, umat beragama, Subbag Ortala dan KUB Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Riau menggelar Dialog Intren Umat Beragama dan Moderasi Beragama bagi pemeluk Agama Khonghucu Rabu, 04/09/2024 di Aula gedung PLHUT Kemenag Kab. Bengkalis.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Plt. Kabag TU Kanwil Kemenag Riau H. Rahmat Suhadi dihadiri oleh Kepala Subbag Ortala dan KUB Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Riau Gana Radguna beserta rombongan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bengkalis diwakili Kasubbag TU H. Zulkarnaen, Kepala Seksi PD Pontren H. Ibrahim, Peny. Zakat dan Wakat H. Carles, Peny. Kristen Ronauli Siahaan, Ketua (MATAKIN) Provinsi Riau Djalius dan Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kabupaten Bengkalis A Tong.dan peserta dialog kerukunan Intern Umat Beragama.

Dalam sambutannya H. Rahmat Suhadi mengatakan bahwa di Provinsi Riau saat ini terdapat lebih dari 2000 umat yang beragama Khonghucu. Maka melalui kegiatan ini kiranya dapat lebih memahami  prinsip-prinsip moderasi dalam beragama tapi bukan memoderasikan prinsip agama. Hal Ini penting agar perbedaan itu dapat di maknai sebagai suatu anugerah yang tak terhingga agar kita dapat bisa saling menghargai dan bekerjasama antar umat beragama yang ada di Indonesia.

Toleransi beragama dan moderasi beragama adalah sikap dan cara pandang bagaimana kita dalam beragama.  Silahkan fanatik menjalani ajaran agama, tapi harus bisa hidup saling berdampingan dan bersosialisasi dengan orang lain yang berbeda agama.

“Dialog merupakan jembatan untuk membangun kerjasama dan sikap menghargai akan perbedaan. Menolak sikap radikalisme dan intoleransi, mengutamakan sikap moderat seperti menghargai perbedaan dan orang lain, tidak memaksakan keyakinan, tidak mengklaim kebenaran, tidak menunjukkan ketidaksukaan atau benci kepada  orang lain, menyikapi perbedaan sebagai anugerah terindah dari TYME dan saling menghargai perbedaan itu akan menjadikan  kehidupan lebih harmoni, berempati, dan menarik sehingga sempurnalah kehidupan kita di dunia ini,” tutup Rahmat Suhadi.

Sementara Ketua Panitia Marjoni melaporkan bahwa kegiatan dialog ini diikuti 20 orang peserta umat Khonghucu dan diisi oleh dua orang narasumber yakni Ketua (MATAKIN) Provinsi Riau Djalius dan Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kabupaten Bengkalis A Tong dengan waktu pelaksanaan satu hari betempat di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis. (*)