0 menit baca 0 %

Suhardi Hasan : SEMUA MULAI DARI RUMAH

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas), Pada hari ini, Kamis 01 Oktober 2020 M bertepatan 13 Shafar 1442 H, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, H. Suhardi Hasan, S.Ag, MA kembali menulis dalam program One Day One Hadits dengan tema :SEMUA MULAI DARI RUMAH.


Pekanbaru (Inmas), Pada hari ini, Kamis 01 Oktober 2020 M bertepatan 13 Shafar 1442 H, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, H. Suhardi Hasan, S.Ag, MA kembali menulis dalam program One Day One Hadits dengan tema :SEMUA MULAI DARI RUMAH.

 

???? ?????? ???? ??????? ?????: ???????? ??????? ????? ?????? ????? ???????? ????????? ?????? ??????? ??????? ??? ????? ???: ?????? ????? ????? ????? ??? ????????: ???? ???????? ????? ???????? ???????? ?????

 

Dari Anas bin Malik ra berkata : Aku telah berkhidmat kepada Rasulullah SAW selama 10 tahun, Demi Allah, Bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berkata kepadaku Uff dan tidak pernah berkata kepadaku karena sesuatu : Kenapa engkau buat begini ? Kenapa engkau tidak buat begini ? (HR Muslim No : 2309).

Kandungan hadits ini menurut Suhardi ;

Pertama :  Bismillah, dengan nama Allah Subhanahu wata'ala, yuuuuk.... berubah memulai dari skope rumah tangga kita terlebih dahulu.  Memperbaiki akhlak, sikap dan perilaku. Jangan ada teriakan dirumah, jangan ada mata melotot dirumah, jangan ada wajah merengut dan ditekuk dirumah... jangan....jangan....dst.

 

Kedua: Kata Uff (ah.... Uh....Bah....Hallah....Busyet....pret....dsb)  adalah ucapan atau suara yang menunjukkan rasa tidak hormat, tidak menyenangkan, dan menyakitkan hati.

 

Ketiga:  Menjaga tutur kata  adalah tanda orang yang beriman dengan Allah dan Hari Akhirat. Tidak mungkin seorang mukmin berkata kotor, jorok dan tidak senonoh.

 

Keempat: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah patron dalam hidup,   dengan menjaga tutur kata yang baik dan lembut, dengan tidak mengeluarkan kata-kata yang buruk adalah termasuk bagian meneladani beliau. Tutur Suhardi. (Idris/ Bustamar)