0 menit baca 0 %

Suhelmon: Adat dan Agama Harus Seiring Membangun Masyarakat Damai dan Beradab

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Nuansa kebersamaan dan kearifan lokal terasa kuat di Gedung Pertemuan Abdur Rauf, Teluk Kuantan, pada Kamis (13/11/2025). Di tempat itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon, turut hadir dalam Sosialisasi Penguatan Peran Pemangku Adat dan Perangkat...


Kuansing (Kemenag) Nuansa kebersamaan dan kearifan lokal terasa kuat di Gedung Pertemuan Abdur Rauf, Teluk Kuantan, pada Kamis (13/11/2025). Di tempat itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon, turut hadir dalam Sosialisasi Penguatan Peran Pemangku Adat dan Perangkat Adat Tahun Anggaran 2025 yang dirangkai dengan Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Limbago Adat Nagori (LAN) se-Kabupaten Kuantan Singingi.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah bersama lembaga adat ini menjadi wadah penting untuk memperkokoh sinergi antara adat dan pemerintahan, khususnya dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal serta memperkuat karakter masyarakat Kuantan Singingi yang dikenal religius dan beradat.

Usai mengikuti kegiatan, Kepala Kemenag Kuansing, Suhelmon menegaskan pentingnya kolaborasi antara adat dan agama dalam memperkokoh sendi kehidupan sosial masyarakat Kuansing yang majemuk. “Adat dan agama adalah dua kekuatan yang saling menguatkan. Jika adat menjaga marwah dan moralitas, maka agama menuntun pada kebenaran dan ketakwaan. Keduanya harus berjalan seiring demi terwujudnya masyarakat yang damai dan beradab,” ujar Suhelmon.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah dan lembaga adat yang terus mendorong kegiatan pelestarian adat di tengah arus modernisasi. Menurutnya, penguatan nilai adat tidak boleh dilepaskan dari nilai-nilai keagamaan yang menjadi fondasi moral masyarakat Kuantan Singingi. “Semangat kebersamaan ini harus terus dijaga agar nilai-nilai adat dan agama tetap hidup di tengah perubahan zaman,” tambahnya.

Pelantikan pengurus LAN se-Kabupaten Kuansing menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga kelestarian budaya lokal dan memperkuat peran adat dalam mendukung program pembangunan daerah. Melalui kegiatan ini, Kemenag Kuansing berharap sinergi antara pemangku adat, tokoh agama, dan pemerintah dapat terus ditingkatkan sehingga Kuantan Singingi semakin dikenal sebagai daerah yang beradat, beragama, dan bermartabat.