0 menit baca 0 %

SUKARMI (PAI NON PNS) PIMPIN PEMBACAAN MAULID AL-BARZANJI & GEWABU

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Penyuluh Agama Islam Non PNS adalah seorang yang diberi tugas, tanggungjawab dan wewenang oleh pemerintah untuk melaksanakan bimbingan keagamaan, penyuluhan pembangunan melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran sesuai kebijakan yang ditetapkan oleh Dirjen Bimas Islam Keme...

Indragiri Hulu, (Inmas). Penyuluh Agama Islam Non PNS adalah seorang yang diberi tugas, tanggungjawab dan wewenang oleh pemerintah untuk melaksanakan bimbingan keagamaan, penyuluhan pembangunan melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran sesuai kebijakan yang ditetapkan oleh Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama.
Penyuluh Agama Islam Non PNS merupakan mitra Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama yang melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan untuk mewujudkan masyarakat Islam yang taat beragama dan sejahtera lahir batin.
Setiap Penyuluh Agama Islam Non PNS wajib memiliki kelompok binaan minimal 2 (dua) kelompok, dan melakukan bimbingan/penyuluhan secara berkala/kontinyu.
Jum’at 5 November 2021Ā  Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Kuala Cenaku atas nama Sukarmi pimpin pengajian rutin Jum’at Kliwon pembacaan maulid Al-Barzanji bersama kelompok binaan Majelis Taklim Al-Mujibiyah, Desa Sukajadi, Kecamatan Kuala Cenaku.
Diawali dengan pembacaan shalawat dilanjutkan dengan pembacaan kitab maulid Al-Barzanji dari mulai Aljannatu sampai Wakaana kemudian dilanjutkan dengan doa penutup. Pada pertengahan pembacaan maulid al-Barzanji tersebut, ada saat kita diwajibkan untuk berdiri yang biasa disebut dengan Mahallul Qiyam. Dalam Mahallul Qiyam ini pembacaan sholawat-sholawat kepada Nabi dikumandangkan dengan khusyuk dan penuh khidmah. Setelah Mahallul Qiyam dilanjutkan dengan membaca Wabaroza Shallallahu. Doa penutup biasanya dibacakan oleh anggota Maulid Barzanji yang berumur paling tua. Setelah itu biasanya tuan rumah (shohibul bait) akan mengeluarkan aneka macam makanan untuk disuguhkan. Ini menunjukkan bahwa acara pembacaan kitab maulid Al-Barzanji telah usai.
Pembacaan kitab Maulid Al-Barzanji yang biasa disebut dengan istilah ā€œMarhabananā€ atau ā€œBarzanjinanā€ merupakan tradisi yang sangat lekat dengan kehidupan warga NU (Nahdlatul Ulama’) diberbagai penjuru negeri.
Tradisi ini merupakan tradisi yang baik, karena dengan dilaksanakannya acara Barzanjinan ini, akan semakin menumbuhkan rasa cinta atau Mahabbah kita kepada Junjungan Nabi Agung Muhammad Shallallahu ā€˜Alaihi Wasallam.
Barzanjinan dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi karena didalamnya terdapat banyak sholawat kepada Nabi MuhammadSAW dan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Barzanji juga memberikan pelajaran akan pentingnya berbagi, yaitu dengan memberikan makanan untuk menjamu para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut. Selain itu, tali silaturrahim dan ukhuwah islamiah diantara umat Islam dapat senantiasa terjaga dengan baik.
Selanjutnya, selaku Relawan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kab. Inhu, Sukarmi lekasanakan Gewabu (Gerakan Wakaf Seribu).
Terhadap Sukarmi, atas nama BWI Perwakilan Kab. Inhu diucapkan terimakasih atas dukungan maupun upaya gigihnya untuk menyukseskan Gerakan Wakaf Seribu, serta diucapkan terimakasih kepada jemaah kelompok binaan Sukarmi yang telah memberikan wakaf uang-nya.
Semoga berkah dan merupakan amalan ibadah dan Insya Allah mendapatkan ganjaran pahala berlipat ganda dari Allah SWT, ujar Ketua BWI Perwakilan Kab. Inhu.
Hasil Gewabu oleh Sukarmi setiap satu bulan sekali diserahkan kepada Bendahara BWI Perwakilan Kab. Inhu.
Berikut hasil Gewabu yang telah diserahkan Sukarmi, periode November 2020 Rp. 450.000; DesemberĀ  Rp. 400.000; Januari 2021 Rp. 600.000; Februari Rp. 620.000; Maret Rp. 704.000; April Rp. 366.000; Mei Rp. 334.000; Agustus Rp. 332.000; September Rp. 366.000 dan November Rp. 591.000,-(tulang)