0 menit baca 0 %

Syafriadi, M.Pd Buka Kegiatan Majelis Taklim Mualaf di Desa Jangkang

Ringkasan: Bantan (Kemenag) - Dalam rangka memperkuat pembinaan keagamaan bagi saudara-saudara baru seiman, Syafriadi, M.Pd selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantan secara resmi membuka kegiatan Majelis Taklim Mualaf di Aula Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Desa Jangkang Kamis, (04/09/2025).

Bantan (Kemenag) - Dalam rangka memperkuat pembinaan keagamaan bagi saudara-saudara baru seiman, Syafriadi, M.Pd selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantan secara resmi membuka kegiatan Majelis Taklim Mualaf di Aula Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Desa Jangkang Kamis, (04/09/2025). Kegiatan ini disambut antusias oleh para mualaf, tokoh masyarakat, dan jamaah sekitar.

Dalam sambutannya, Syafriadi menyampaikan bahwa pembinaan mualaf merupakan salah satu tugas penting penyuluh agama. Beliau menekankan bahwa masuk Islam bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi justru awal dari sebuah proses panjang untuk mendalami ajaran Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjadi muslim adalah anugerah terbesar dari Allah SWT. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: ‘Barang siapa yang dikehendaki Allah akan mendapat hidayah, niscaya Dia lapangkan dadanya untuk menerima Islam…’ (QS. Al-An’am: 125). Karena itu, tugas kita bersama adalah mendampingi para mualaf agar istiqamah di jalan Islam,” jelas Syafriadi.

Beliau juga menambahkan, majelis taklim mualaf ini diharapkan menjadi sarana belajar yang berkesinambungan, tempat berbagi pengalaman, serta ruang memperkuat ukhuwah Islamiyah. Dengan adanya forum ini, para mualaf akan merasa lebih percaya diri dan tidak merasa sendiri dalam perjalanan keislamannya.

Acara ini tidak hanya diisi dengan tausiyah tentang dasar-dasar akidah, ibadah, dan akhlak, tetapi juga dilengkapi dengan tadarus Al-Qur’an serta sesi tanya jawab interaktif. Para mualaf diberikan kesempatan untuk bertanya langsung mengenai hal-hal yang masih mereka bingungkan, mulai dari tata cara shalat, wudhu, hingga peran seorang muslim dalam kehidupan bermasyarakat.

Syafriadi mengingatkan bahwa Rasulullah SAW juga memberikan perhatian besar kepada para mualaf. Beliau mengutip hadis:

“Sesungguhnya agama itu mudah. Tidaklah seseorang mempersulit agama, kecuali ia akan dikalahkan olehnya. Maka luruskanlah, dekatkanlah, dan bergembiralah (dengan agama ini).” (HR. Bukhari no. 39, Muslim no. 2816).

Hadis ini, menurut Syafriadi, menjadi pesan agar para mualaf tidak terbebani, melainkan menjalani Islam dengan penuh cinta dan kesungguhan secara bertahap.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Jangkang. Beberapa tokoh lokal menyatakan bahwa pembinaan mualaf seperti ini penting untuk menjaga kekokohan iman dan mempererat persaudaraan umat Islam.

Dengan terselenggaranya Majelis Taklim Mualaf ini, KUA Kecamatan Bantan bersama Penyuluh Agama Islam menunjukkan komitmennya untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pembimbing administrasi keagamaan, tetapi juga sebagai pendamping spiritual.

Harapannya, kegiatan ini terus berlanjut sehingga para mualaf dapat berkembang menjadi pribadi muslim yang kuat, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.