0 menit baca 0 %

Syafwan: MTsN Harus Jadi Teladan, RKJM Harus Realistis dan Terukur

Ringkasan: Pelalawan  Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan, Syafwan, menghadiri kegiatan pemaparan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) MTsN 1 Pelalawan untuk periode 2024 2027. Kegiatan yang digelar pada Rabu (21/08/2025) ini berlangsung di ruang serbaguna MTsN 1 Pelalawan dan dimulai pukul 09...

Pelalawan — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan, Syafwan, menghadiri kegiatan pemaparan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) MTsN 1 Pelalawan untuk periode 2024–2027. Kegiatan yang digelar pada Rabu (21/08/2025) ini berlangsung di ruang serbaguna MTsN 1 Pelalawan dan dimulai pukul 09.00 WIB.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) Kemenag Pelalawan, Abdul Wahid, beserta staf, pengawas MTS dan MA Gusrialdi, Kepala MTsN 1 Pelalawan, Bakri, para wakil kepala madrasah (waka) bidang kurikulum, humas, sarana, dan kesiswaan, serta dewan guru. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung upaya perencanaan strategis madrasah yang berkelanjutan dan berbasis pada prinsip-prinsip tata kelola pendidikan yang baik.


Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Kantor Kemenag Pelalawan, Syafwan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk komitmen madrasah dalam menyusun arah dan kebijakan pengembangan lembaga secara terstruktur dan terukur. Ia menekankan bahwa RKJM sebaiknya tidak hanya menjadi dokumen jangka menengah, tetapi juga harus diturunkan dalam bentuk Rencana Kerja (Raker) tahunan yang disusun secara realistis dan progresif.


“RKJM ini sebaiknya dirinci dalam rencana tahunan atau raker. Dengan begitu, pelaksanaan program akan lebih mudah dievaluasi dari tahun ke tahun. Dalam raker sendiri harus ada tiga komponen utama, yaitu evaluasi program tahun sebelumnya, pelaksanaan program tahun berjalan, serta perencanaan untuk tahun yang akan datang,” ujar Syafwan di hadapan seluruh peserta yang hadir.

Ia juga menambahkan bahwa dalam pelaksanaan program, perlu adanya pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas. Keempat wakil kepala madrasah—waka kurikulum, waka humas, waka sarana, dan waka kesiswaan—harus berperan aktif dalam mengeksekusi program-program yang telah dirancang. Menurutnya, sinergi antarpemangku kepentingan internal madrasah menjadi kunci keberhasilan implementasi RKJM. Terlebih, MTsN 1 Pelalawan merupakan ikon madrasah negeri di Kabupaten Pelalawan yang harus mampu menjadi model bagi madrasah lainnya.


Pada kesempatan tersebut, Kepala MTsN 1 Pelalawan, Bakri, menyampaikan secara rinci isi dari RKJM yang telah disusun. Dalam pemaparannya, Bakri menguraikan analisis SWOT (Strenghts Weaknesses Opportunities Threats) sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan madrasah. Selain itu, ia juga menyampaikan visi dan misi madrasah serta capaian-capaian program kerja yang telah dilaksanakan maupun yang belum terealisasi.

Salah satu program prioritas yang tengah berjalan adalah upaya mengintegrasikan tiga nilai utama ke dalam pembelajaran, yakni kurikulum berbasis cinta, pendidikan antikorupsi, dan penguatan moderasi beragama. Ketiga nilai tersebut diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan toleransi dalam kehidupan sosial keagamaan.


Menanggapi pemaparan tersebut, Syafwan memberikan masukan agar setiap program kerja yang disusun dapat dijabarkan secara lebih rinci dan terstruktur. Ia menyarankan agar setiap program disertai dengan nama kegiatan, penanggung jawab dari masing-masing waka, serta estimasi anggaran yang diperlukan. Hal ini penting agar pelaksanaan program menjadi lebih terukur dan dapat dievaluasi secara berkala. Lebih lanjut, Syafwan juga mengingatkan pentingnya muatan keislaman dalam setiap program madrasah. “Karena ini MTsN, maka sudah semestinya nilai-nilai Islami dikedepankan. Program seperti pembiasaan shalawat, penggunaan bahasa Arab dalam komunikasi harian, dan penguatan praktik keagamaan harus menjadi ciri khas. Tidak masalah jika jumlah siswa tidak terlalu banyak, yang penting kualitasnya terjaga,” ujar Syafwan.


Abdul Wahid selaku Kasi Pendis Kemenag Pelalawan juga menyebutkan Teknis nya dan pemaparan yang disampaikan oleh MTsN 1 Pelalawan sudah bagus, tapi lebih perlu didetailkan lagi mengenai program-programnya dan dibuat per tahun sesuai dengan yang disampaikan dengan Kepala Kemenag Pelalawan. Target itu juga dibuat jelas apa yang kita mau capai sehingga bisa diukur baik dari bidang kehumasan seperti sosial media nya, maupun dari segi akademik sepert memenangkan perlombaan.


Kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama antara Kementerian Agama dan madrasah dalam memperkuat perencanaan pendidikan berbasis mutu. Melalui RKJM yang disusun dengan prinsip kolaboratif dan visioner, MTsN 1 Pelalawan diharapkan dapat menjalankan program-program strategis secara terarah dan berkelanjutan.(dbs)