0 menit baca 0 %

Syahrul Mauludi Sampaikan Materi Manasik Haji Tk. Kec. Payung Sekaki

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag), Pada hari ini merupakan hari kedua pelaksanaan Manasik Haji Tingkat Kecamatan Payung Sekaki. Pemateri pada sesi pertama diisi oleh Syahrul Mauludi yang juga merupakan Kepala Kantor Kementerain Agama Kota Pekanbaru.Ahad (20/04/2025).

Pekanbaru (Kemenag), Pada hari ini merupakan hari kedua pelaksanaan Manasik Haji Tingkat Kecamatan Payung Sekaki. Pemateri pada sesi pertama diisi oleh Syahrul Mauludi yang juga merupakan Kepala Kantor Kementerain Agama Kota Pekanbaru.Ahad (20/04/2025).

Pantauan tim inmas, Kegiatan manasik yang dipusatkan di masjid Asy Syuhada Jalan Rokan Jaya Kelurahan Labuh Baru Barat Kecamatan Payung Sekaki diikuti oleh 105 orang Jama’ah Haji..

Adapun judul materi yang disampaikan oleh Syahrul Mauludi yaitu Adat dan Budaya Arab. Menurutnya Budaya/tradisi Arab mementingkan keramahtamahan terhadap tamu, kemurahan hati, keberanian, kehormatan dan harga diri.

“Wanita dipandang sebagai sesuatu yang wajib mendapat perlakuan istimewa, ketika anda antri di bank misalnya, anda sudah berjam-jam , tiba-tiba datang wanita , maka ia bisa langsung mendapat pelayanan. Wanita bagi mereka merupakan simbol kehormatan dan harga diri meraka.” Ungkap Syahrul.

Orang Mekah dan Madinah , tidak terbiasa melihat raut muka perempuan, karena wanita Mekah dan Madinah bercadar. ‘ Ketika melihat wanita jemaah Indonesia terbuka wajahnya , maka mereka memandang terus. Terkadang ada suatu keberanian mereka untuk menggoda jemaah wanita Indonesia apalagi jemaah kita tak memahami adat orang Arab. Lanjut Syharul

Dibidang tingkah laku, Seorang wanita memberikan senyum kepada seorang laki-laki Arab menadakan bahwa perempuan itu mau, suka, cinta. Bersendawa sembarang tempat bagi orang Arab adalah sesuatu yang jorok, sedangkan membuat angin (kentut) adalah sesuatu hal yang baik dan perlu disyukuri. Laki-laki Arab umumnya berjenggot tebal, merasa senang bila jenggotnya dielus-elus oleh orang lain.Menyentuh pantatnya adalah tabu. Pungkas Syahrul. (idris)