Pekanbaru (Kemenag)- Ada tiga dosa tertua yang dilakukan manusia hingga saat ini, hal ini disampaikan Syahrul Mauludi selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru saat memberikan tausiah bagi pegawai di Masjid Ikhlas Beramal, jum'at (20/9/24). Ini juga diisi dengan kegiatan yasin, tahlil dan do'a diikuti seluruh pegawai Kementerian Agama Kota Pekanbaru.
Dosa pertama sombong. "Sifat sombong sebenarnya muncul ketika iblis diperintahkan oleh Allah untuk sujud kepada Nabi Adam, hal ini karena iblis merasa unggul dan lebih laik dari Nabi Adam," ungkap kemenag
.
Mengutip dari surah Saad Ayat 76, iblis berkata: "aku lebih baik daripadanya, karena engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia engkau ciptakan dari tanah".
Dosa kedua iri hati, hal ini dilakukan putra Nabi Adam, Qabil dan Habil. Ketika Allah memerintahkan keduanya untuk berkurban, Habil mempersembahkan kurban yang baik sedangkan Qabil sebaliknya sehingga Allah menerima kurban Habil, sehingga Qabil merasa iri hati dengan hal itu menyebabkan Qabil membunuh Habil.
"Berawal dari iri hati ini lah, Qabil tega membunuh Habil", ungkap kemenag
Dosa ketiga yakni serakah, "ketika Nabi Adam tinggal di surga bersama Hawa, keduanya dipwrsilahkan oleh Allah untuk menikmati apa saja yang ada didalamnyakecuali buah Khuldi.
Mengutip surat Al-Baqarah ayat 35 yang artinya: "dan kami berfirman, "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini dan makanlah makannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang dzalim".
Beliau menjelaskan, karena keinginan untuk menikmati semuanya, larangan itu tidak diperhatikan, ahirnya buah khuldi pun dimakan, sifat serakah inilah manusia membuat manusia lupa akan larangan yang diperintahkan Allah.
Turut hadir Kasubbag Tata Usaha Abdul Wahid, Kasi Penmad Rialis Kamsa, Kasi Bimas Islam Suhardi HS, Pengawas Madrasah dan Pengawas PAIS. (*)
Syahrul Mauludi: Tiga Dosa Tertua yang Dilakukan Manusia
Ringkasan:
Pekanbaru (Kemenag)- Ada tiga dosa tertua yang dilakukan manusia hingga saat ini, hal ini disampaikan Syahrul Mauludi selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru saat memberikan tausiah bagi pegawai di Masjid Ikhlas Beramal, jum'at (20/9/24).