0 menit baca 0 %

Syakh Mohamed: Bukti Cinta Allah kepada Hambanya, Ada Kemudahan dalam Berpuasa

Ringkasan: Riau (Kemenag) --- Majelis Hukama Muslimin (MHM) tahun ini kembali menggelar Syiar Ramadan 1446 H yang dibalut dengan kegiatan safari ramadahan di Provinsi Riau. Dengan tema Persaudaraan, Pemberdayaan Disabilitas, dan Merawat Alam syiar ini menghadirkan pendakwah dari Al Azhar Kairo Mesir, Syekh Moh...

Riau (Kemenag) --- Majelis Hukama Muslimin (MHM) tahun ini kembali menggelar “Syiar Ramadan 1446 H” yang dibalut dengan kegiatan safari ramadahan di Provinsi Riau. Dengan tema “Persaudaraan, Pemberdayaan Disabilitas, dan Merawat Alam” syiar ini menghadirkan pendakwah dari Al Azhar Kairo Mesir, Syekh Mohamed Mahmoud Salama Mohamed. 

Memasuki hari kedua di Provinsi Riau Syekh yang didampingi Penerjemah H. M. Irsan Saputra Lc Mag dan H. Ismail Shaleh Daulay Lc MA, fasilitaror dari Kemenag Riau H. Qowiyun Awwal, serta Tim Dokumentasi hadir di Lokasi Mesjid Raya Ittihadul Khairiyah, kubang raya, Minggu (16/3/24). 

Dalam tausiyahnya Syekh Mohamed menyampaikan hikmah yang terkandung didalam melaksanakan ibadah puasa sebagai wujud kecintaan dan kasih sayang Allah SWT kepada hambanya. 

"Kalau kita perhatikan ibadah - ibadah kepada Allah,didalamnya ada hikmah-hikmah yang diwajibkan Allah, meskipun berat sebenarnya ada kemudahan yang sangat luar biasa yang diberikan Allah SWT,. Allah tidak pernah ingin memberatkan hanba nya, bahwa Allah  mewajibkan hambanya sesuai dengan kemampuan hamba nya". 

Lebih lanjut Syekh melalui penerjemahnya menjelaskan "Orang - orang yang berada di rumah allah, berzikir kepada Allah, membaca alquran, tadarrus maka Allah akan menurunkan rahmat nya dan menurunkan ketenangan didalam hatinya". 

Selain itu meski terlihat berat, ada kemudahan luar biasa yang diberikan Allah. 

"Kalau kita perhatikan ayat ayat tentang berpuasa kita akan menemukan di ayat Yuridullahu bikumul-yusra wa laa yuridu bikumul-usra. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. bukan kesusahan, kemudian kalau kita perhatikan didal surat tentang berouasa allah swt ingin memudahkan dan meringankan sebagaimana allah firman allah, org sakit, org yg berada dalam perjalanan maka allah bolehkan dia untuk tidak berpuasa dan ia menggantinya atau mengqodonya di hari lain". 

Bukan hanya yg dua tadi, bahkan di dalam ayat tersebut allah swt juga memberi keringan kepada org tua renta, orang sakit yg sulit untuk sembuh sakitnya. 

"Sebagainana hadis juga menjelaskan bahwa kemudahan bagi org tua dan irg sakit yang sulit untuk disembuhkan, maka org ini tidak diperkenankan untuk mengqodonya tetapi cukup membayar pidyah". 

Keringanan yang diberikan Allah kepada hambanya, ibadah puasa hanya dilaksanakan pada siang hari.

"Allah hanya mewajibkan berpuasa si siang hari sementara itu dimalam hari Allah halalkan yang diharamkan disiang hari".