0 menit baca 0 %

Syukur dan Dukungan: Penyuluh KUA Bangkinang Kota Tanam Matoa Dukung Program Kemenag Menjelang Pelantikan PPPK 26 Juni 2025

Ringkasan: Kampar ( Kemenag)--Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bangkinang Kota menggelar aksi penanaman bibit pohon matoa di halaman Komplek Markaz Islamy Kabupaten Kampar. Kegiatan ini digagas oleh lima penyuluh: Iskandar, ME., Sy., Muhammad Fikriadi, S.Ag., Yusmaida, Emi Marlina, SE.,...

Kampar ( Kemenag)--Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bangkinang Kota menggelar aksi penanaman bibit pohon matoa di halaman Komplek Markaz Islamy Kabupaten Kampar. Kegiatan ini digagas oleh lima penyuluh: Iskandar, ME., Sy., Muhammad Fikriadi, S.Ag., Yusmaida, Emi Marlina, SE., dan Bustami, M.Si., sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan penguatan eko-teologi yang diinisiasi oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar.

Dalam keterangannya, Iskandar menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperindah dan memperkuat fungsi ekologis kawasan Islamy Center, tetapi juga menjadi bentuk nyata dakwah lingkungan berbasis kesadaran keagamaan. “Penanaman bibit matoa ini merupakan wujud rasa syukur kami setelah dinyatakan lulus seleksi PPPK pada Januari 2025 lalu,” ungkapnya.

Meski Surat Keputusan (SK) pengangkatan PPPK baru akan diserahkan secara resmi pada 26 Juni 2025 mendatang, kelima penyuluh tersebut telah menunjukkan dedikasi tinggi dengan mendukung program prioritas Kementerian Agama, termasuk konservasi lingkungan berbasis nilai-nilai keislaman.


Muhammad Fikriadi menambahkan bahwa aksi ini juga memiliki manfaat sosial dan ekonomi. “Kami berharap pohon matoa ini tumbuh subur dan kelak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai sumber pangan sekaligus penguat ekonomi lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Yusmaida dan Emi Marlina menekankan pentingnya kolaborasi antara penyuluh, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyukseskan gerakan eko-teologi di tingkat lokal. Bustami juga menyatakan komitmennya untuk memantau pertumbuhan pohon matoa hingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Dengan semangat syukur dan tanggung jawab, para penyuluh berharap kegiatan sederhana ini dapat menjadi inspirasi bagi instansi dan komunitas lain untuk turut serta dalam gerakan pelestarian lingkungan yang berbasis spiritualitas dan nilai-nilai keagamaan. ( Fatmi/Ilhami)