TABLIGH AKBAR DAN ZIKIR BERSAMA USTADZ YUSUF MANSUR
Ringkasan:
Bengkalis (Humas) - Bertempat di Halaman Lapangan Tugu Bengkalis pada hari Sabtu Tanggal 6 Juli 2013, Pemerintah Kabupaten Bengkalis menggelar acara Tabligh Akbar dan Zikir Bersama. Acara Tabligh Akbar dan Zikir bersama ini dilaksanakan sempena menyambut bulan suci Ramadhan.
Bengkalis (Humas) - Bertempat di Halaman Lapangan Tugu Bengkalis pada hari Sabtu Tanggal 6 Juli 2013, Pemerintah Kabupaten Bengkalis menggelar acara Tabligh Akbar dan Zikir Bersama. Acara Tabligh Akbar dan Zikir bersama ini dilaksanakan sempena menyambut bulan suci Ramadhan. Dalam acara ini Pemerintah daerah Kabupaten Bengkalis mendatangkan penceramah Kondang Ustadz H. Yusuf Mansur dari Jakarta.
Hadir dalam acara ini Bupati Bengkalis, Wakil Bupati Bengkalis, Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, Kepala Dinas/Badan/ Instansi dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis, Mubaligh/ Mubalighah se- Kabupaten Bengkalis dan seluruh masyarakat Bengkalis, Juga hadir Tokoh masyarakat Riau Jon Erizal.
Dalam Tausiahnya Ustadz Yusuf Mansur menyampaikan bahwa Allah itu dekat, dalam berbuat jangan dilakukan dengan duit tetapi melalui Allah. Kalau pakai Allah jaraknya menjadi dekat. Apa menurut manusia tidak bisa tapi menurut Allah itu semua bisa terjadi. Buat Allah tidak ada batasan jika itu menjadi kehendak-Nya. Semua yang dilakukan bukan karena bismi duit, tp karena bismi Allah.
Manusia jika tersedia semuanya pada hidupnya, maka biasanya Allah akan menjadi yang kesekian kali nya. Tetapi ketika tidak ada lagi yang bisa diminta pertolongan, maka barulah teringat kembali dengan Allah. Dengan iman kita bisa melihat segala kesulitan, musibah kebakaran sehingga dapat menambahkan iman, kesukaran, kesulitan semuanya akan menambahkan keimanan, akan menyampaikan/ ngantar kita semua mengenal Allah. Allah Sanurrihim, Allah akan perlihatkan semuanya, ayatina idz afaki muffi anfusihim benar-benar Allah akan berusaha mencari jalannya supaya manusia jadi kenal dengan Allah. Ada yang Allah beri lewat jalan kesenangan dan ada yang Allah beri lewat jalan kesusahan. Ada yang diberi untuk mengenal Allah lewat jalan masalah, ada yang Allah kasi lewat jalan hajat dan ada juga yang mengenal Allah lewat jalan maksiat. Hidayah milik Allah bukan milik manusia, tapi kita wajib belajar, wajib mencari, insyaallah kita bisa lebih dapat dari yang hanya diam saja. Pelaku maksiat yang mendapat hidayah belum tentu karena dia tidak melakukan apa-apa, tapi bisa jadi karena menyimpan orang tua yang tiap malam mendoakan anak nya. Sehingga anaknya mendapat hidayah. Oleh karena itu jangan sia-siakan Ibu karena beliau adalah wakil Tuhan. Apa yang kita anggap tidak mungkin, tetapi bagi Allah semua itu akan menjadi mungkin. Sebagai manusia kita diharuskan untuk bersyukur atas nikmat yang diberikannya kepada kita. Tutur Ustadz Yususf Mansur. (Ana-Bengkalis)