0 menit baca 0 %

Tadarus Awali Safari Ramadhan PAI Kampa di SMP N 1 Kampa

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )--Safari Ramadhan Penyuluh Agama Islam ( PAI ) Kecamatan Kampa dimulai dengan kegiatan tadarus Al-Qur'an di SMP N 1 Kampa. Senin, 17/3/2025. Kegiatan yang dilaksanakan di bulan suci Ramadhan ini dihadiri oleh Waka Kesiswaan Dewi Sari, S.Pd, serta majelis guru dan seluruh siswa.Acar...

Kampar ( Kemenag )--Safari Ramadhan Penyuluh Agama Islam ( PAI ) Kecamatan Kampa dimulai dengan kegiatan tadarus Al-Qur'an di SMP N 1 Kampa. Senin, 17/3/2025. Kegiatan yang dilaksanakan di bulan suci Ramadhan ini dihadiri oleh Waka Kesiswaan Dewi Sari, S.Pd, serta majelis guru dan seluruh siswa.

Acara  tadarus bersama yang diikuti dengan penuh khusyuk oleh para siswa, menciptakan suasana yang sangat khidmat di awal kegiatan Safari Ramadhan. Setelah tadarus, acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Syahril, S.Ag, yang memberikan pesan penting bagi para siswa.

Dalam tausiyahnya, Syahril mengajak para siswa untuk lebih bersemangat dalam menata dan menjalani kehidupan masa depan. “Sebagai generasi penerus bangsa, kalian harus memiliki tujuan hidup yang jelas. Jangan biarkan Ramadhan hanya sebagai rutinitas, tetapi jadikan momen ini untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya.

Syahril juga menyampaikan hikmah puasa Ramadhan, yang tidak hanya sebatas menahan lapar dan dahaga, tetapi lebih dari itu, puasa merupakan latihan untuk menahan hawa nafsu, meningkatkan ketakwaan, serta memperkuat rasa empati terhadap sesama. “Melalui puasa, kita diajarkan untuk merasakan penderitaan orang yang kurang beruntung, dan dengan itu, kita belajar untuk lebih bersyukur atas nikmat yang Allah berikan,” jelas Syahril.

Lebih lanjut, Syahril mengingatkan bahwa Ramadhan adalah waktu yang sangat tepat untuk merenung dan memperbaiki diri. Ia menekankan pentingnya niat yang tulus dalam beribadah dan memanfaatkan bulan suci ini untuk memperbaiki akhlak. "Jadikan setiap langkah dalam hidup ini bermakna, dan ingatlah bahwa masa depan yang cerah dimulai dengan niat yang tulus serta usaha yang maksimal," tambahnya.

Sementara itu  Dr. Mardiana, juga memberikan tausianya dengan  mengangkat tema mengenai amalan yang dapat merusak nilai ibadah puasa. Dalam penjelasannya, Dr. Mardiana menegaskan bahwa selain menahan lapar dan dahaga, puasa juga mengajarkan untuk menjaga perilaku, perkataan, dan pikiran. "Beberapa amalan seperti ghibah, berbohong, atau melakukan perbuatan yang sia-sia bisa mengurangi nilai ibadah puasa kita. Maka dari itu, penting untuk menjaga diri agar puasa kita diterima dengan sempurna," ujarnya.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Sartinus, S.Sy, yang mengharapkan agar seluruh peserta kegiatan diberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa dan diberkahi dengan rahmat serta ampunan Allah SWT.( fatmi/diana )