Tahun Depan Kampar Pelopor Pertama Penyedia Angkutan Jamaah di Arab Saudi
Ringkasan:
Batam, (Humas) Hingga hari ketujuh masa pemulangan jamaah haji di debarkasi Batam atau sudah 7 kloter BTH yang tiba di tanah air, pelayanan yang maksimal dalam memberikan pelayanan kepada jamaah merupakan faktor utama yang menjadi tanggung jawab petugas kloter.
Batam, (Humas) Hingga hari ketujuh masa pemulangan jamaah haji di debarkasi Batam atau sudah 7 kloter BTH yang tiba di tanah air, pelayanan yang maksimal dalam memberikan pelayanan kepada jamaah merupakan faktor utama yang menjadi tanggung jawab petugas kloter. Saat ditemui Humas PPIH Debarkasi Batam kepada Jamaah kloter 7 faktor yang menjadi harapan utama dalam melaksanakan ibadah di tanah suci adalah pemondokan dan transportasi.
Pemondokan yang bersih, aman dan jarak yang tidak terlalu jauh pasti menjadi harapan jamaah. Akan tetapi jarak yang jauh jika diiringi dengan tersedianya angkutan atau transportasi, tidaklah menjadi persoalan bagi jamaah. Hal inilah yang dirasakan oleh jamaah kloter 7 saat menunaikan ibadah haji.
Menanggapi hal tersebut Ketua Kloter 7 BTH H. Fairus, M.Ag yang merupakan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar berharap kepada Pemda Kampar akan menjadi pelopor penyedia angkutan transportasi jamaah haji pertama untuk provinsi Riau ataupun Embarkasi Batam. Hal ini hendaknya bisa dianggarkan pada tahun depan, ungkapnya.
Adapun pentingnya keberadaan transportasi yakni bus angkutan jamaah, Fairus menjelaskan hal ini disebabkan pada umumnya jamaah yang menunaikan ibadah haji rata-rata berusia berkisar 40 s.d 70 tahun. Apabila jarak pemondokan jauh dari masjid, sementara tidak adanya transportasi dikhawatirkan akan menjadi penyebab utama kelelahan.
Oleh sebab itu Kepada Pemda Kampar, H. Fairus mewakili jamaah kloter 7 berharap karena jauhnya jarak pemondokan kami dari Aziziah Janubiah ke Haram lebih kurang 3 s.d 4 kilometer dengan menggunakan dua kali bus, jamaah berharap agar tahun depan Pemerintah Daerah Kampar menjadi pelopor untuk diadakannya bus untuk jamaah Embarkasi Batam khususnya jamaah Kampar saat berada di tanah suci, inilah harapan kami.
Disebabkan jalur yang harus ditempuh jamaah dari pemondokan berbelit-belit atau berputar maka usulan penyediakan bus ditanah suci tersebut sudah dibicarakan oleh Ketua Kloter bersama jamaah kloter 7 yakni Bapak Zulher yang merupakan Sekda Kabupaten Kampar. Masalah angkutan ini hendaknya menjadi perhatian untuk tahun-tahun yang akan datang. Oleh karena pemondokan kami berada ditengah sehingga bus yang akan kami naiki rata-rata sudah penuh, sehingga jamaah terpaksa harus berdiri cukup lama baru mendapatkan angkutan hal ini tentu sangat menganggu kondisi kesehatan jamaah yang sudah tua,
Mudah-mudahan untuk provinsi Riau, kabupaten Kampar hendaknya menjadi pelopor pertama Pemda dari Riau yang menyiapkan angkutan untuk jamaah haji seperti yang dilakukan Pemda DKI kepada jamaah haji, tentu hal ini menjadi harapan setiap jamaah. Disana (Makkah) saat kami akan menuju ke mesjid kami menenui bus yang bertuliskan DKI akan tetapi saat kami akan menaiki, sang sopir bertanya dari mana kami berasal, tidak mau berbohong lalu ketua kloter menjawab bahwa kloter ini berasal dari Kampar Provinsi Riau, lalu sang sopir menjawab ,maaf pak bus ini untuk jamaah provinsi DKI. Mudah-mudahan tahun depan jamaah bisa merasakan pelayanan seperti yang diberikan oleh Pemprov DKI kepada jamaahnya.
Sementara itu wakil Bupati kampar H Teguh Sahono saat ditemui usai menyambut kedatangan 444 jamaah haji asal Kabupaten Kampar mengatakan Pemda Kampar akan mempertimbangkan pengadaan transportasi tersebut. Hal ini tentu menjadi catatan kami sebagai bahan usulan anggaran ditahun depan. Pemda Kampar akan mengadakan pertemuan perihal tersebut untuk membahasnya, apalagi Sekda Kampar tahun ini juga seorang jamaah haji, catatan dan saran nantinya akan menjadi bahan usulan anggaran tahun depan, mudah-mudahan musim haji tahun depan Pamda Kampar bisa memberikan solusi perihal tersebut, ungkapya. Semoga..... (nik)
Foto: Jamaah haji saat tiba di Debarkasi Batam.