Bantan (Kemenag) - Madrasah
Aliyah (MA) Daarussalam kembali melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Semester
Ganjil Tahun Pelajaran 2024/2025 menggunakan teknologi berbasis Android. Ini
merupakan tahun ketiga pelaksanaan asesmen berbasis digital yang menggunakan
perangkat smartphone sebagai media pengerjaan soal sebagai komitmen MA
Daarussalam dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem pendidikan, sesuai
dengan tuntutan era digital selama 7 hari dari Sabtu 30/11/2024 s/d Sabtu 07/12/2024
di ruang kelas MA Daarussalam.
Kepala Madrasah, Romodim,
SHI., menyampaikan bahwa penggunaan teknologi dalam asesmen bukan sekedar
trend, tetapi merupakan bagian dari strategi pendidikan jangka panjang.
"Kami memahami
pentingnya digitalisasi dalam pendidikan. Melalui asesmen berbasis Android ini,
kami ingin memberikan pengalaman baru bagi santri agar mereka lebih siap
menghadapi tantangan global yang berbasis teknologi," ujar beliau.
Setiap santri menggunakan
ponsel Android miliknya untuk mengakses platform asesmen daring yang telah
dirancang khusus. Platform ini memungkinkan santri untuk menjawab soal pilihan
ganda dan esai secara langsung, dengan hasil yang secara otomatis terekam dalam
sistem.
Proses asesmen dimulai pada
pukul 09.30 WIB dan berlangsung dengan durasi waktu selama 2 jam. Sebelum
dimulai, pengawas ujian asesmen terlebih dahulu memastikan bahwa semua santri
dapat login ke platform tanpa kendala, menggunakan koneksi internet (WIFI) yang
stabil yang sudah disediakan oleh pihak madrasah demi kelancaran ujian.
Penerapan sistem berbasis
Android ini membawa banyak manfaat. Selain mempermudah distribusi soal dan
pengumpulan jawaban, asesmen digital ini mengurangi penggunaan kertas, sehingga
lebih ramah lingkungan. Guru juga diuntungkan dengan proses penilaian yang
lebih cepat, terutama untuk soal pilihan ganda yang dapat dikoreksi secara
otomatis oleh sistem.
Selama tiga tahun
pelaksanaannya, asesmen berbasis Android telah menunjukkan banyak kemajuan,
meskipun masih ada beberapa kendala dan tantangan. Salah satu kendala yang
dihadapi tahun ini adalah gangguan koneksi internet pada awal pelaksanaan.
Namun, tim teknis dengan sigap mengatasi masalah tersebut, sehingga asesmen
dapat berjalan lancar.
Selain itu, terdapat pula
beberapa santri yang menghadapi kendala teknis akibat perangkat yang mereka digunakan
memiliki spesifikasi rendah. Untuk mengatasi hal ini, pihak madrasah
menyediakan perangkat cadangan yang dapat digunakan oleh santri yang
memerlukan.
Sebagai salah satu pionir
dalam penerapan teknologi digital di lingkungan pendidikan madrasah, MA
Daarussalam terus berupaya meningkatkan sistem asesmen berbasis Android.
Pengalaman tiga tahun ini menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut, baik
dari segi teknis maupun kualitas soal yang diujikan.
Pelaksanaan asesmen berbasis
digital di MA Daarussalam adalah langkah nyata menuju digitalisasi pendidikan,
yang sejalan dengan visi Madrasah untuk menghasilkan lulusan yang kompeten,
inovatif, dan berdaya saing tinggi.