0 menit baca 0 %

Taja Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning, Desisraheti: Komitmen Madrasah Untuk Terus Berinovasi

Ringkasan: Meranti(Kemenag) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 bersama Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kepulauan Meranti berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan bertajuk Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan Deep Learning, Senin (4/8/2025) di aula MAN 1 Kepulauan Meranti.Kegiatan ya...

Meranti(Kemenag)– Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 bersama Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kepulauan Meranti berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan bertajuk Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan Deep Learning, Senin (4/8/2025) di aula MAN 1 Kepulauan Meranti.


Kegiatan yang berlangsung dinamis ini menghadirkan pemateri utama Tiffani, S.Pd., M.Pd., seorang widyaiswara dari Loka Diklat Keagamaan Pekanbaru. Melalui pendekatan deep learning, Tiffani mengajak para guru menggali lebih dalam makna pendidikan yang tidak hanya bersandar pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan relasi emosional, nilai-nilai kemanusiaan, serta keterlibatan batin dalam proses belajar.


Workshop berlangsung dalam tiga bentuk kegiatan utama, yakni sesi diskusi panel, praktik langsung pembelajaran, dan refleksi bersama. Para guru diberikan pemahaman mendalam mengenai bagaimana mengintegrasikan nilai cinta dan empati ke dalam setiap proses pembelajaran di madrasah.


"Kurikulum berbasis cinta dan deep learning menekankan pentingnya relasi emosional antara guru dan siswa, serta bagaimana pembelajaran dapat menggugah kesadaran diri dan membentuk karakter mulia,” terang Tiffani dalam salah satu sesi.


Kepala MTs N 1 Kepulauan Meranti, Desisraheti mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mengubah paradigma pembelajaran yang lebih humanis dan bermakna.


"Kami ingin madrasah menjadi rumah yang penuh kasih. Pembelajaran bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga proses memanusiakan manusia,” ujarnya.


Desisraheti juga menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen madrasah untuk terus berinovasi.


"Kami berharap pendekatan ini dapat terus dikembangkan di ruang-ruang kelas, agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, peduli, dan berakhlak mulia,” ucapnya.


Kegiatan ini mendapat apresiasi dari seluruh peserta yang terdiri dari guru-guru madrasah di lingkungan MAN 1 dan MTsN 1. Mereka berharap pelatihan serupa dapat berlanjut dengan cakupan yang lebih luas agar transformasi pendidikan berbasis cinta dapat menyebar ke seluruh madrasah di Kabupaten Kepulauan Meranti. (Kun)