0 menit baca 0 %

Tak Ada Pensiun Dalam Membina Umat

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Pegawai Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau hendaknya tidak berhenti dalam berdakwah, membina umat dan seluruh masyarakat. Demikian salah satu kutipan ceramah yang disampaikan oleh Drs. H. Mukhtaruddin S. dalam acara buka bersama sekaligus memperingati Nuzulul Qur`an ke...
Pekanbaru (Humas)- Pegawai Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau hendaknya tidak berhenti dalam berdakwah, membina umat dan seluruh masyarakat. Demikian salah satu kutipan ceramah yang disampaikan oleh Drs. H. Mukhtaruddin S. dalam acara buka bersama sekaligus memperingati Nuzulul Qur`an keluarga besar Kanwil Kemenag Riau yang diadakan di aula mini Kanwil, Selasa (25/5). Acara buka bersama yang diadakan pada 14 Ramadhan 1431 H ini dihadiri oleh seluruh karyawan dan pensiunan baik pejabat maupun pegawai. "Tidak ada kata pensiun dalam membina umat. Ketika saya aktif dulu sebagai pegawai Depag, pernah dalam satu hari berceramah sampai tujuh kali, namun tetap saya upayakan memenuhinya. Saking banyaknya permintaan ceramah, instansi lain kadang-kadang sudah antri sejak pagi hari untuk meminta penceramah dari Depag. Sampai saat ini saya masih tetap aktif menyampaikan pesan-pesan agama", papar mantan Kabid Penais ini. Selaku pegawai Kementerian Agama hendaknya tidak pernah lepas dari dakwah baik dengan lisan maupun bil-hal (perbuatan). "Kita dituntut untuk senantiasa berdakwah dalam hidup seperti sabda Rasulullah saw yang memerintahkan untuk menyampaikan pesan Islam walau satu ayat. Seorang tidak harus misalnya tamat Fakultas Dakwah atau Sarjana Agama untuk bisa berdakwah, karena kepandaian tersebut bisa dipelajari dengan banyak belajar dan aktif mengikuti pelatihan, penataran, dan sebagainya. Bahkan seorang sarjana umum dan sains bisa hapal Al-Qur`an dan sukses berdakwah karena memiliki kemauan keras untuk menambah ilmu", jelasnya. Sehubungan dengan pentingnya dakwah terhadap umat, Mukhtaruddin yang juga merupakan Ketua Yayasan YLPI UIR mengharapkan agar jajaran Kemenag Riau mampu meningkatkan citra yang lebih baik dengan menghidupkan dakwah di tengah-tengah masyarakat. Dakwah tidak terbatas melalui lisan, tetapi bisa melalui perbuatan, sikap dan tingkah laku (dakwah bil-hal). Sementara itu dalam uraian hikmah Nuzulul Qur`an umat Islam seyogyanya bisa meningkatkan kwalitas membaca Al-Qur`an. "Pada tahap awal kita dituntut untuk bisa membaca Al-Qur`an dengan baik (tartil dan bertajwid), kemudian bisa memahami dan membaca yang tersurat, dan yang terakhir adalah mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Seorang muslim hendaknya senantiasa mendasarkan perbuatannya atas perintah Allah serta menyeimbangkan antara hablumminallah dan hablumminannas", katanya. (as)