0 menit baca 0 %

Tak Gentar Medan Berlumpur, PAI KUA Kecamatan Bathin Solapan Semangat Berikan Penyuluhan BRUS di SMA Negeri 6 Mandau

Ringkasan: Bathin Solapan (Kemenag) - Semangat pengabdian tak pernah surut meski harus melintasi jalanan yang penuh dengan bus bus besar dan dengan fasilitas seadanya. Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bathin Solapan membuktikan dedikasinya dengan melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di...

Bathin Solapan (Kemenag) - Semangat pengabdian tak pernah surut meski harus melintasi jalanan yang penuh dengan bus bus besar dan dengan fasilitas seadanya. Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bathin Solapan membuktikan dedikasinya dengan melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMA Negeri 6 Mandau, Selasa (26/08/2025).

Perjalanan menuju sekolah cukup menantang. Jalanan harus mereka tempuh dengan melewati rintangan bus dan mobil besar Ketika di pagi hari. “Ini sudah jadi bagian dari perjuangan penyuluh. Selama anak-anak bisa mendapat manfaat, kendaraan besar bukanlah sebuah hambatan,”

Pihak sekolah, baik guru maupun siswa, menyambut kehadiran penyuluh dengan antusias mengapresiasi upaya penyuluh yang hadir langsung ke sekolah di Kecamatan Bathin Solapan.

Dalam penyuluhan yang mengangkat tema “Pergaulan Yang Sehat dan Mental Remaja Yang Sehat, Yess!”, para siswa diberikan pemahaman pentingnya menata masa depan terlebih dahulu. Penyuluh juga menyampaikan pesan-pesan yang sangat edukatif.

Remaja dengan kondisi kesehatan mental sangat rentan terhadap pengucilan sosial, diskriminasi, stigma (yang memengaruhi kesiapan untuk mencari bantuan), kesulitan pendidikan, perilaku pengambilan risiko, kesehatan fisik yang buruk, dan pelanggaran hak asasi manusia.serta membekali siswa dengan wawasan berkeluarga yang sehat tetapi juga memiliki mental yang sehat.

Faktor-faktor yang dapat berkontribusi terhadap stres selama masa remaja meliputi paparan terhadap kesulitan, tekanan untuk menyesuaikan diri dengan teman sebaya, dan eksplorasi identitas. Pengaruh media dan norma gender dapat memperparah kesenjangan antara realitas kehidupan remaja dan persepsi atau aspirasi mereka untuk masa depan. Penentu penting lainnya meliputi kualitas kehidupan rumah tangga dan hubungan dengan teman sebaya. Kekerasan (terutama kekerasan seksual dan perundungan), pola asuh yang kasar, serta masalah sosial dan ekonomi yang serius merupakan risiko yang diketahui terhadap kesehatan mental.

Kegiatan BRUS ini menjadi bukti nyata bagaimana penyuluh agama hadir langsung di tengah masyarakat, memberikan edukasi positif, dan membangun karakter generasi muda, meski harus melewati medan yang menantang.