Kemenag (Kuansing)Kuantan Singingi – Singingi Hilir, Senin Malam, 25 Agustus 2025 Sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan spiritual terhadap masyarakat, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Singingi Hilir, Mahyu Budiman, melaksanakan takziah ke rumah duka salah seorang warga yang telah berpulang ke rahmatullah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin malam, 25 Agustus 2025, dimulai pukul 19.00 WIB menjelang pelaksanaan shalat Isya berjemaah, di kawasan yang beralamat tidak jauh dari Hakiki Ponsel, Desa di wilayah Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi.
Kehadiran Mahyu Budiman tidak hanya sebagai perwakilan dari Kementerian Agama, tetapi juga sebagai wujud nyata komitmen penyuluh agama untuk hadir dan membersamai masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk dalam situasi duka. Dalam suasana yang haru dan khidmat, warga sekitar dan keluarga almarhum berkumpul untuk bersama-sama membaca Surat Yasin, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Aldi Saputra.
 “Kita hadir malam ini bukan hanya untuk mendoakan almarhum, tetapi juga untuk menguatkan keluarga yang sedang dalam suasana duka. Mudah-mudahan bacaan Yasin dan doa kita menjadi penyejuk dan penghibur hati,” ujar Mahyu Budiman dalam sambutannya.
Sebagai garda terdepan dalam dakwah dan pembinaan umat, Mahyu menekankan pentingnya menjaga tradisi baik seperti takziah dan doa bersama sebagai bentuk nyata dakwah bil hal—yakni dakwah yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
 “Kami para penyuluh agama siap hadir kapan pun dibutuhkan. Tidak hanya saat kebahagiaan, tetapi juga ketika masyarakat sedang dilanda musibah. Semoga keberadaan kami mampu memberi manfaat spiritual dan sosial yang benar-benar dirasakan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Mahyu juga mengingatkan bahwa di balik setiap musibah selalu ada hikmah, dan bahwa doa serta kebersamaan adalah kekuatan yang mampu meringankan beban dan menghadirkan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Keluarga almarhum menyampaikan rasa terima kasih dan haru atas kehadiran Mahyu Budiman dan warga yang turut serta dalam doa dan takziah malam itu. Mereka mengakui bahwa kehadiran tokoh agama dalam situasi duka sangat berarti, karena memberikan dukungan moral dan spiritual secara langsung.
 “Kami merasa diperhatikan dan tidak sendiri. Terima kasih kepada Ustadz Mahyu dan semua warga yang hadir. Ini sangat berarti bagi kami semua,” ucap salah satu tokoh masyarakat yang juga keluarga almarhum.
Masyarakat dan keluarga berharap agar kegiatan seperti ini bisa terus dilestarikan, karena bukan hanya membawa pahala, tetapi juga menguatkan tali persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
 “Kami sangat terharu dan bersyukur, karena di tengah kesedihan ini, kami dikuatkan oleh doa dan kebersamaan warga. Kehadiran Ustadz Mahyu mewakili keluarga besar Kemenag memberi kami rasa tenang dan damai,” ujar anggota keluarga lainnya.
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi Hilir melalui para penyuluhnya menegaskan komitmen untuk selalu hadir dalam berbagai momen kehidupan masyarakat, baik suka maupun duka. Kehadiran penyuluh agama dalam kegiatan sosial keagamaan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa agama hadir tidak hanya dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam empati sosial.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman, para penyuluh agama di Kuantan Singingi terus bergerak, menyapa, dan melayani umat—karena dakwah bukan hanya soal ceramah, tetapi juga tentang menjadi bagian dari kehidupan umat itu sendiri.(MB)