0 menit baca 0 %

Tangis Haru Iringi Pelepasan Siswa-Siswi MTsN 7 Kampar Tahun Ajaran 2024/2025

Ringkasan: Kampar. ( Kemenag )--Suasana haru dan penuh makna menyelimuti halaman MTsN 7 Kampar dalam gelaran acara pelepasan siswa-siswi kelas IX tahun ajaran 2024/2025, Selasa, 27/5/2025.. Acara ini menjadi puncak dari perjalanan tiga tahun para siswa menimba ilmu, menumbuhkan akhlak, dan membangun kenangan d...

Kampar. ( Kemenag )--Suasana haru dan penuh makna menyelimuti halaman MTsN 7 Kampar dalam gelaran acara pelepasan siswa-siswi kelas IX tahun ajaran 2024/2025, Selasa, 27/5/2025..

Acara ini menjadi puncak dari perjalanan tiga tahun para siswa menimba ilmu, menumbuhkan akhlak, dan membangun kenangan di madrasah tercinta.

Dengan mengusung semangat kebersamaan dan kekeluargaan, acara dibagi ke dalam dua sesi, menampilkan perpaduan antara kreativitas siswa dan kekhidmatan spiritual.

Kreasi Siswa yang Mencerminkan Karakter Madrasah

Sesi pertama dibuka dengan semangat oleh protokol dari OSIM. Satu per satu, siswa-siswi dari berbagai jenjang menunjukkan kemampuan terbaik mereka: tari kreasi daerah yang enerjik, puisi yang mengalun penuh emosi, serta pidato dalam Bahasa Arab dan Inggris oleh perwakilan siswa kelas VIII yang memukau hadirin.

Tak hanya menjadi ajang unjuk bakat, penampilan ini juga menjadi wujud syukur atas proses belajar yang telah dijalani. Tepuk tangan meriah dari orang tua, guru, dan tamu undangan menjadi bukti bahwa MTsN 7 Kampar bukan hanya mencetak siswa cerdas, tapi juga berkarakter.

Sesi Kedua: Doa, Harapan, dan Perpisahan

Memasuki sesi kedua, suasana berubah menjadi hening dan khidmat. Lantunan ayat suci Al-Qurโ€™an dan saritilawah oleh anggota OSIM membuka acara, dilanjutkan doa yang dipimpin oleh Al Ustadz Deni Akbar, S.H.I, memanjatkan harapan bagi kelulusan dan masa depan para siswa.

Dalam sambutannya, Kepala MTsN 7 Kampar, Deplianti, M.Pd, menyampaikan rasa bangga dan haru atas perjuangan anak-anak didiknya. Ia berpesan agar para lulusan terus menjaga nama baik madrasah dan melanjutkan pendidikan dengan semangat yang lebih tinggi. Secara simbolis, beliau menyerahkan kembali para siswa kepada orang tua masing-masing.

Ketua Komite Madrasah, Drs. H. Ilisman Lahamit, M.Si, mewakili orang tua siswa dalam menerima kembali anak-anak mereka. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru atas dedikasi dan kesabaran selama mendampingi siswa meniti ilmu.

Kehadiran Zulperi, S.Pd, selaku perwakilan Kepala Desa, menambah kekhidmatan acara. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran madrasah dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga kuat spiritual dan berakhlak mulia.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan kenang-kenangan dan pelukan perpisahan antara siswa dan para guru. Tak sedikit air mata mengalir, menandakan begitu dalamnya ikatan batin yang telah terjalin selama tiga tahun.

Bagi para siswa, hari itu bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju masa depan. Dan bagi madrasah, ini adalah bukti bahwa pendidikan bukan sekadar proses mengajar, tetapi membentuk hati, jiwa, dan cita-cita. ( Fatmi/ Hms MTsN 7)