0 menit baca 0 %

Tantangan Kita Bukan Zaman, Tapi Masih Banyaknya Anak Tidak Bisa Membaca Al-Qur’an"

Ringkasan: Kemenag (Kuansing)Kuantan Singingi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau kembali menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap generasi muda melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan keagamaan yang dilaksanakan pada Kamis, 6 November 2...

Kemenag (Kuansing)Kuantan Singingi – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau kembali menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap generasi muda melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan keagamaan yang dilaksanakan pada Kamis, 6 November 2025 pukul 08.00 WIB hingga selesai di SMP Negeri 1 Singingi Hilir.

Kegiatan ini dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam KUA Singingi Hilir, Ustadz Ahmad Fahrudin, S.Ag, yang terus konsisten, istikamah, dan tidak kenal lelah dalam melakukan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di kalangan pelajar. Pembinaan dilakukan mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, pemahaman makhraj yang benar, hingga latihan membaca Iqro dan Al-Qur’an secara terarah dan bertahap.

Ustadz Ahmad Fahrudin menyampaikan bahwa tantangan terbesar umat Islam hari ini bukanlah perkembangan zaman, melainkan masih banyaknya generasi muda yang belum mampu membaca Al-Qur’an, bahkan dari tingkat dasar sekalipun.

 “Jika kita membiarkan mereka tumbuh tanpa Al-Qur’an, maka kita sedang membiarkan masa depan umat kehilangan cahaya. Kita semua harus bergerak, tidak bisa hanya menonton,” tegasnya.

Menurut beliau, gerakan penyelamatan generasi harus dimulai dari sekolah dan lingkungan keluarga, agar nilai-nilai Al-Qur’an dapat tertanam sejak usia dini. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen KUA Singingi Hilir dalam membentuk generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berkarakter Islami.

KUA Singingi Hilir berharap kegiatan semacam ini tidak hanya berhenti sebagai rutinitas semata, namun menjadi gerakan sadar Al-Qur’an yang melibatkan semua pihak, baik sekolah, orang tua, maupun masyarakat.(MB)