0 menit baca 0 %

Tapak Lapan” Ekonomi Keluarga: Penghulu KUA Kuantan Mudik Berikan Bimbingan Perkawinan

Ringkasan: Kemenag (Kuansing) Dalam rangka meningkatkan kesiapan calon pengantin (catin) membangun keluarga sakinah, Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Mudik, Alek Saputra, memberikan pembinaan bertema Manajemen Ekonomi Keluarga yang dikemas dalam bingkai khazanah kehidupan orang melayu seper...

Kemenag (Kuansing)– Dalam rangka meningkatkan kesiapan calon pengantin (catin) membangun keluarga sakinah, Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Mudik, Alek Saputra, memberikan pembinaan bertema Manajemen Ekonomi Keluarga yang dikemas dalam bingkai khazanah kehidupan orang melayu seperti  istilah Manajemen Tapak Lapan Ekonomi Keluarga. (11/11/2025)

Kegiatan yang digelar di aula Kantor Urusan Agama Kecamatan  Kuantan Mudik itu diikuti 2 pasang pasangan calon pengantin (catin) yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Dalam penyampaiannya, Penghulu menjelaskan bahwa Tapak Lapan merupakan delapan langkah penting dalam membangun kesejahteraan rumah tangga, mulai dari pengelolaan pendapatan, pengaturan pengeluaran, hingga perencanaan masa depan keluarga secara mandiri dan berdaya.

Menurutnya, konsep Tapak Lapan bukan hanya soal delapan mata pencaharian orang melayu dalam memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga mengandung filosofi kearifan lokal Melayu yang menekankan keseimbangan antara dunia dan akhirat, antara alam dan manusia. “Keluarga Melayu dikenal dengan nilai gotong royong, hemat, dan saling menghargai. Nilai-nilai ini harus dihidupkan kembali agar rumah tangga tidak hanya bahagia, tetapi juga kokoh secara ekonomi,” ujar Alek Saputra.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi suami-istri dalam mengatur keuangan, serta perlunya memahami peran masing-masing dalam mencari dan mengelola rezeki. Melalui Tapak Lapan, diharapkan catin dapat menerapkan prinsip ekonomi sederhana namun berlandaskan iman dan budaya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah seorang catin, Rido Saputra, mengaku pembinaan ini memberinya pemahaman baru tentang pentingnya manajemen ekonomi keluarga sejak awal pernikahan. “Selama ini kami belum tahu bagaimana cara mengatur uang bersama. Dengan konsep Tapak Lapan, kami jadi lebih siap membangun keluarga yang seimbang antara kebutuhan dan nilai,” ungkapnya.

Dengan pembinaan ini diharapkan para catin tidak hanya memahami makna pernikahan secara syar’i, tetapi juga siap menghadapi tantangan ekonomi rumah tangga dengan berpegang pada nilai-nilai luhur Budaya dan Kearifan Lokal. (AS)