0 menit baca 0 %

Tarhib Ramadhan 1446 H di Mushola An- Nur diisi oleh PAI Dumai Selatan

Ringkasan: Dumai (Kemenag) Penyuluh Agama Islam Kecamatan Dumai Selatan, Denny Febriansyah memberikan Bimbingan Penyuluhan dalam rangka Tarhib Ramadhan 1446 H sekaligus pemberian santunan untuk anak yatim dan dhuafa di Mushola An- Nur yang terletak di Jalan Gunung Merapi Bumi Ayu pada hari Rabu, 27 Februari 20...

Dumai (Kemenag) – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Dumai Selatan, Denny Febriansyah memberikan Bimbingan Penyuluhan dalam rangka Tarhib Ramadhan 1446 H sekaligus pemberian santunan untuk anak yatim dan dhuafa di Mushola An- Nur yang terletak di Jalan Gunung Merapi Bumi Ayu pada hari Rabu, 27 Februari 2025 ba’da Isya yang dihadiri oleh pengurus beserta seluruh jamaah mushola tersebut.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Mushola An- Nur, Darmudi. Dalam sambutannya Darmudi menyampaikan rasa terima kasih kepada para pemuda yang telah mampu menjadi generasi penerus untuk memajukan kegiatan-kegiatan di Mushola An- Nur. Berkat dukungan mereka banyak acara-acara yang dapat terlaksana di mushola tersebut.

Setelah sambutan dari Ketua, acara dilanjutkan dengan arahan dari penasihat Mushola An- Nur, Mulyono. Dalam arahannya,  Mulyono mengatakan, “Kalau bukan kita yang memelihara anak yatim di lingkungan mushola ini, maka siapa lagi? Untuk itu marilah kita senantiasa bersedekah kepada anak yatim, terutama menjelang masuknya Ramadhan ini.’’ Terangnya.

Acara dilanjutkan dengan pembagian santunan untuk anak yatim piatu. Pada kesempatan itu, ada 10 orang anak yatim piatu yang menerima bantuan. Sementara untuk bantuan dhuafa dibagikan sebanyak 10 paket.

Selesai penyerahan santunan, acara dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Dumai Selatan, Denny Febriansyah. Denny menyampaikan pentingnya memahami fiqih puasa agar ibadah puasa kita benar-benar diterima oleh Allah SWT. Selain itu ia juga menyampaikan, “Jangan sampai kita menjadi salah satu dari 5 golongan yang ditolak puasanya, yaitu orang yang menganggap biasa kedatangan Ramadhan, orang yang alim mendadak saat Ramadhan, orang yang hanya menahan lapar dan haus semata, orang yang menyia-nyiakan waktu di bulan Ramadhan, serta orang yang tetap bermaksiat meskipun berada di dalam bulan Ramadhan.” Tegasnya.

Setelah itu acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Denny Febriansyah dan dilanjutkan dengan makan bersama. (Denny/Arief)