0 menit baca 0 %

Tarmizi: Iptek Harus Dipatri dengan Iman dan Taqwa

Ringkasan: Dumai (Humas)- Bertepatan dengan 12 Ramadhan 1433 H, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Riau Drs. H.Tarmizi, M.A., beserta rombongan melakukan Safari Ramadhan ke Kota Dumai yang di pusatkan di Masjid Al A'La Kec. Sungai Sembilan.Dumai merupakan kota terluas di Indonesia dengan luas wilayah 1.7...
Dumai (Humas)- Bertepatan dengan 12 Ramadhan 1433 H, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Riau Drs. H.Tarmizi, M.A., beserta rombongan melakukan Safari Ramadhan ke Kota Dumai yang di pusatkan di Masjid Al A'La Kec. Sungai Sembilan.Dumai merupakan kota terluas di Indonesia dengan luas wilayah 1.727.385 Km2 yang berada di pesisir pantai pulau Sumatera sebelah timur. Dalam sambutannya dihadapan Walikota Dumai Khairul Anwar dan anggota DPRD Provinsi Riau H.Azis Zaenal dan Rusli Efendi beserta unsur Muspida dan ratusan masyarakat Sei.Sembilan yang hadir, Tarmizi yang didampingi oleh Kepala Bidang Urais H.Asmuni, M.A, Kepala Bidang Penamas yang diwakili H.Hasan Amal dan Kasubbag Hukmas dan KUB Drs.H.Mahyudin, M.A., serta Kakankemenag Kota Dumai menyampaikan bahwa agenda Safari Ramadhan ini dimaksudkan untuk menjalin silaturrahiim dengan masyarakat serta mensosialisasikan program-program Kantor Kementerian Agama Provinsi Riau secara langsung kepada masyarakat dalam membangun kehidupan umat beragama di provinsi Riau khususnya di Kota Dumai. “Kegiatan ini ditujukan untuk menjalin Silaturrahiim dengan masyarakat dan mensosialisasikan program-program Kementerian Agama Provinsi Riau secara langsung kepada Masyarakat dalam membangun kehidupan umat beragama serta mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat dalam membangun daerah"tegasnya. Kemudian ia juga menambahkan bahwa tatanan kehidupan sosial didalam masyarakat telah mulai bergeser karena saat ini kita hanya memandang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saja yang penting tanpa diimbangi dan dipatri dengan Iman dan Taqwa (IMTAQ) dalam membina karakter generasi penerus sehingga mereka tidak memilik pondasi yang kokoh dalam membangun negara ini"lanjutnya. Gemar Mengaji Untuk menghadapi tantangan tersebut maka Kementerian Agama Provinsi Riau bersama Pemerintah Provinsi Riau akan menggesa sebuah agenda bersifat massif dimasyarakat yaitu Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (Gemar Mengaji). Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk membangun karakter masyarakat terutama anak-anak dengan menggalakkan kembali mengaji (membaca alquran) diwaktu maghrib yang akan dilakukan di Masjid, Mushola dan dirumah-rumah masyarakat. “Insyaallah pada 17 Ramadhan (5/08/12-Red) kita akan segera melaunching Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (Gemar Mengaji) bersama Gubernur Riau"tambahnya. Agar Gemar Mengaji ini memiliki kekuatan hukum maka Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau menginisiasi Rancangan Peraturan Gubernur Riau tentang GEMAR MENGAJI yang saat ini sudah diajukan ke Biro Hukum Provinsi Riau dan diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah ditandatangani oleh Gubernur Riau. Selanjutnya Tarmizi juga menyampaikan harapannya akan hadirnya sebuah Embarkasi Haji di Provinsi Riau sehingga jika dapat diwujudkan dalam 2 tahun kedepan maka hal tersebut akan memudahkan bagi masyarakat Riau khususnya dalam keberangkatan ibadah Haji. "Dengan perluasan Bandara SSK II saat ini maka kami berharap peran serta Pemerintah Daerah baik Provinsi, Kab/Kota untuk dapat mewujudkan sebuah Emabarkasi Haji di Riau yang mana hal tersebut akan memudahkan masyarakat dalam melakukan perjalanan ibadah haji nantinya. Saat ini kita sedang mengkaji kembali lokasi terbaik dimana akan dibangun Asrama Haji bagi CJH Provinsi Riau"katanya. Penghargaan dan Bantuan Keagamaan Saat yang bersamaan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau juga menyerahkan penghargaan kepada peringkat II KUA teladan Provinsi Riau yang berasal dari KUA Bukit Kapur,Dumai serta Keluarga Sakinah masing-masing 10 Juta rupiah dan menyerahkan bantuan sosial keagamaan bagi jamaah masjid Al A'la sebesar 100 Juta rupiah kemudian Masjid Al Hijriyah,Bumi Ayu sebesar 20 Juta Rupiah dan Masjid al-Huda berupa Alquran sebanyak 140 Eksemplar.(MYD/NDA).