0 menit baca 0 %

Tasyakuran Unik di KUA Batang Cenaku, Wujud Syukur atas Pernikahan Akmal dan Isna

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Sebuah momen penuh makna terjadi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batang Cenaku pada (21/10/2025), ketika pasangan pengantin baru Akmal Mustofa dan Isna Nurahma melangsungkan akad nikah sekaligus mengadakan tasyakuran sederhana di kantor tersebut.

Indragiri Hulu (Kemenag) – Sebuah momen penuh makna terjadi di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batang Cenaku pada (21/10/2025), ketika pasangan pengantin baru Akmal Mustofa dan Isna Nurahma melangsungkan akad nikah sekaligus mengadakan tasyakuran sederhana di kantor tersebut. Acara ini bukan hanya menjadi wujud syukur keluarga kedua mempelai atas kelancaran akad, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi jajaran staf KUA yang turut menyaksikan kebahagiaan itu.

Usai akad nikah yang berlangsung khidmat di Balai Nikah KUA Batang Cenaku, pasangan pengantin sempat berpamitan untuk pulang. Namun, tak lama kemudian mereka kembali ke kantor membawa niat tulus untuk berbagi kebahagiaan dengan para petugas KUA. Keluarga mempelai mengadakan tasyakuran sederhana menjelang waktu makan siang, sebagai bentuk rasa terima kasih atas pelayanan yang baik dan doa dari seluruh staf.

Doa tasyakuran dipimpin oleh Agan Aliyudin, salah satu staf KUA Batang Cenaku, yang mendoakan agar rumah tangga pasangan tersebut senantiasa dipenuhi keberkahan.

“Semoga rumah tangga mereka selalu diberkahi Allah SWT dan menjadi keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah,” ujarnya.

Kepala KUA Batang Cenaku yang turut hadir mengapresiasi inisiatif keluarga pengantin tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini menggambarkan hubungan yang harmonis antara masyarakat dan lembaga keagamaan.

“Tasyakuran yang diadakan di kantor KUA menunjukkan bahwa pelayanan pernikahan bukan sekadar administrasi, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan dan nilai spiritual yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tuturnya.

Momentum ini menunjukkan bahwa KUA bukan hanya tempat pencatatan akad nikah, tetapi juga menjadi simbol kehangatan, kebersamaan, dan penguatan nilai-nilai religius di tengah masyarakat Batang Cenaku. Melalui tradisi sederhana seperti tasyakuran, nilai syukur dan kekeluargaan tumbuh, menguatkan makna pernikahan sebagai ikatan suci yang diridhoi Allah SWT.

(Reski)