0 menit baca 0 %

Tausiyah Hari keempat Ramadhan, Penyuluh Agama Islam Ajak Jemaah Hindari Perbuatan Mubazir

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) - Pada Senin 3 Maret 2025 Dalam rangkaian ibadah Ramadhan 1446 H, Ustadz Muhammad Isam mengisi kajian malam ke-4 di Surau Nurul Yakin, Desa Koto Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya. Kajian bertajuk "Hindari Perbuatan Mubazir, Sikap Berlebih-lebihan yang Tidak Disukai Allah SWT" ini di...

Kuansing (Kemenag) - Pada Senin 3 Maret 2025 – Dalam rangkaian ibadah Ramadhan 1446 H, Ustadz Muhammad Isam mengisi kajian malam ke-4 di Surau Nurul Yakin, Desa Koto Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya. Kajian bertajuk "Hindari Perbuatan Mubazir, Sikap Berlebih-lebihan yang Tidak Disukai Allah SWT" ini dihadiri oleh para jamaah Surau Nurul Yakin, tokoh masyarakat, serta perangkat desa dan dusun setempat.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Isam yang juga merupakan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya menekankan bahwa mubazir adalah perilaku berlebihan yang tidak hanya berdampak pada kehidupan duniawi, tetapi juga berakibat buruk dalam pandangan agama.

"Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, ‘Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan. Dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.’ (QS. Al-Isra: 27). Ini menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak menyia-nyiakan nikmat yang diberikan Allah," ujar Ustadz Isam dalam kajiannya.

Beliau mengajak seluruh jamaah untuk lebih bijak dalam memanfaatkan rezeki, baik dalam bentuk harta, makanan, waktu, maupun tenaga. Terutama di bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk hidup sederhana dan lebih banyak berfokus pada ibadah serta amal kebaikan.

Selain itu, Ustadz Isam juga menyoroti fenomena konsumsi berlebihan saat berbuka puasa yang sering terjadi di masyarakat. Beliau mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan pengendalian diri, bukan ajang untuk berfoya-foya.

"Kita harus memahami esensi dari puasa itu sendiri, yaitu melatih kesabaran, menahan diri dari hawa nafsu, dan lebih peduli terhadap sesama. Maka, marilah kita jauhi sifat mubazir dan lebih banyak berbagi kepada mereka yang membutuhkan," tambahnya.

Kajian malam itu berlangsung dengan penuh khidmat, diakhiri dengan sesi tanya jawab yang menunjukkan antusiasme jamaah dalam mendalami materi yang disampaikan.

Dengan adanya kajian ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya hidup sederhana dan menghindari sikap berlebih-lebihan yang tidak disukai oleh Allah SWT.(RDW)