0 menit baca 0 %

Tausiyah Isra Mi'raj di Masjid Al-Mukhlisin Banjar Benai, Ustadz Muhammad Isam Sampaikan Pentingnya Ibadah Sholat

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) - 24 Januari 2025 Dalam rangka memperingati peristiwa besar Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Masjid Al-Mukhlisin di Banjar Benai menjadi saksi berkumpulnya umat Islam setempat untuk mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Ustaz Muhammad Isam.

Kuansing (Kemenag) - 24 Januari 2025 Dalam rangka memperingati peristiwa besar Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Masjid Al-Mukhlisin di Banjar Benai menjadi saksi berkumpulnya umat Islam setempat untuk mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Ustaz Muhammad Isam. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk para tokoh agama, pemuda, dan jamaah setempat.

Isra Mi'raj merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menjadi landasan perintah shalat lima waktu bagi umat Muslim. Dalam tausiyahnya, Ustaz Muhammad Isam menyampaikan pesan-pesan keimanan dan hikmah mendalam yang terkandung dalam peristiwa ini.

Tausiyah dimulai dengan pembukaan tentang urgensi memperingati Isra Mi'raj, yang bukan hanya mengenang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, tetapi juga sebagai momen refleksi untuk meningkatkan kualitas ibadah. Ustaz Isam menekankan bahwa peristiwa ini mengajarkan pentingnya keimanan tanpa syarat kepada Allah SWT.

“Isra Mi'raj mengingatkan kita untuk senantiasa menguatkan hubungan dengan Allah SWT melalui shalat. Shalat bukan sekadar kewajiban, tetapi sarana komunikasi langsung dengan Sang Pencipta, yang menjadi sumber ketenangan dan solusi dalam menghadapi tantangan hidup,” ungkap Ustaz Isam di hadapan para jamaah.

Lebih lanjut, Ustaz Muhammad Isam menjelaskan " bahwa shalat yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT dalam peristiwa Isra Mi'raj merupakan ibadah yang memiliki nilai spiritual tinggi. Shalat, katanya, menjadi bukti ketaatan seorang hamba dan sarana untuk membersihkan hati dari sifat-sifat tercela,"

Selain mengulas makna historis dan teologis, Ustaz Isam juga mengaitkan hikmah Isra Mi'raj dengan tantangan kehidupan modern. Ia mengajak para jamaah untuk menjadikan shalat sebagai sumber kekuatan dalam menghadapi problematika kehidupan, seperti kesenjangan sosial, krisis moral, dan tekanan ekonomi.

“Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, shalat adalah penyejuk hati dan pelita dalam kegelapan. Jangan sampai kita terjebak pada rutinitas duniawi hingga melupakan kewajiban spiritual kita,” tambahnya.

Acara ini mendapatkan apresiasi yang tinggi dari para jamaah. Salah seorang tokoh masyarakat, Bapak H. Mukhlis, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Ustadz Muhammad Isam atas tausiyah yang penuh makna ini. Semoga peringatan Isra Mi'raj ini semakin mempererat ukhuwah Islamiyah di Banjar Benai,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Isam, memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh umat Islam. Jamaah tampak khusyuk dan antusias, menunjukkan semangat keimanan yang semakin meningkat.

Acara ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Banjar Benai untuk kembali merenungkan nilai-nilai spiritual yang diajarkan oleh Islam. Diharapkan, tausiyah ini mampu menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, menjaga diri dari hal hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain.(RDW)