0 menit baca 0 %

Team Riset MAN 2 Kuansing Lakukan Uji Coba Penjernihan Air Sungai Kuantan Dengan Metode Filtrasi Kombinasi Fisika Dan Kimia

Ringkasan: Kuansing ( Inmas ) kembali Team Riset MAN 2 Kuansing laksankan uji coba penelitian yang baru, kegiatan ini di bimbing langsung oleh salah seoarang guru Kimia bapak Mardianto, St beserta 2 siswanya atas nama Bayu dan Andre, dimana mereka siswa yang masih duduk di kelas Sepuluh Olimpiade. Adapun pene...

Kuansing ( Inmas ) kembali Team Riset MAN 2 Kuansing laksankan uji coba penelitian yang baru, kegiatan ini di bimbing langsung oleh salah seoarang guru Kimia bapak Mardianto, St beserta 2 siswanya atas nama Bayu dan Andre, dimana mereka siswa yang masih duduk di kelas Sepuluh Olimpiade. 

Adapun penelitian ini di lakukan karena background yang di jelaskan oleh pembimbingnya di antaranya, dulu sekitar tahun 70an sungai kuantan masih dalam kategori jernih, tapi beberapa tahun berikutnya air sungai kuantan tersebut keruh akibat banyaknya vegatasi sekitar batang sungai yang sudah gundul sehingga laju aliran air hujan membawa senyawa terlarut ke badan sungai serta kegiatan masyarakat seperti peti yang menambah keruhnya air sungai kuantan. 

Akan hal tersebut memacu penelitian team riset MAN 2 Kuansing untuk menjadikan kembali air sungai kuantan menjadi jernih, hal ini tentunya dengan melakukan uji coba ataupun penelitian yang mereka rancang. 

Filtrasi merupakan salah satu cara yang di ambil oleh team riset ini, dengan kegiatan ini menggunakan filtrasi dengan pasir yang terdiri dari agregat kasar, sirtu, dan pasir yang mana material ini di gunakan untuk memeisahkan inpuritis kasar di dalam air, serta ini melibatkan proses kimia yang menggunakan KAI ( SO4 ) menagkan impuritis halus membentuk Flog sehingga mudah di tangkap oleh karbon aktif.

Kegiatan penelitian yang di lakukan dalam beberapa hari ini berjalan dengan baik dan membuahkan hasil, namun air yang di filtrasikan tersebut belum bisa di pastikan kategori kejernihannya kaerna penjelasan dari pembimbing riset itu sendiri belum memiliki alat tolak ukur kejernikah air. Tapi dengan proses kegiatan ini ia dan beberapa orang siswa riset akan kembali melakukan penelitian. Ujarnya pada minggu siang 6/2/2022. (DA)