0 menit baca 0 %

Tekan Angka Pernikahan Dini, KUA Tualang Gelar BRUS di SMAN 3 Tualang

Ringkasan: Siak (Kemenag)- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tualang melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Aula Pertemuan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Tualang pada hari Selasa (30/09/2025). Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala SMAN 3 Tualang, Indrawati.

Siak (Kemenag)- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tualang melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Aula Pertemuan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Tualang pada hari Selasa (30/09/2025). Kegiatan ini disambut baik oleh Kepala SMAN 3 Tualang, Indrawati. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar materi yang disampaikan oleh pihak KUA dapat dipahami dengan baik oleh para siswa-siswi, khususnya mengenai pentingnya pendidikan serta resiko pernikahan dini.

Kepala KUA Tualang, Najamudin, yang hadir didepan sekitar 100 siswa sekaligus sebagai narasumber utama, menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa program BRUS merupakan upaya nyata KUA dalam memberikan pemahaman kepada remaja untuk menekan angka pernikahan dini serta mencegah stunting.

“Kami atas nama Kementerian Agama berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi secara masih agar remaja mendapat pemahaman tentang masa-masa emas, dimana seharusnya anak-anak usia sekolah fokus mengejar cita-cita dan memprioritaskan pendidikan, bukan terburu-buru memikirkan pernikahan demi kesejahteraan keluarga dan mencegah stunting”, ungkap Najamudin.

Kegiatan BRUS ini juga didukung oleh para Penyuluh Agama Islam KUA Tualang, yaitu Rinaldi, Mawardi, Nasruddin, dan Muhammad Hafizal. Selaku narasumber kedua, Mawardi menekankan pentingnya remaja untuk bersungguh-sungguh dalam berhijrah, mengingat masa depan masih panjang dan penuh peluang. Ia juga mengingatkan siswa-siswi untuk menjauhi pergaulan bebas, narkoba, serta larangan menikah beda agama.

“Remaja adalah generasi penerus bangsa. Jika masa mudanya rusak oleh pergaulan yang salah, maka masa depannya pun akan hilang. Jangan sia-siakan waktu emas ini. Gunakan untuk belajar, memperbaiki diri, dan berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya,” tegas Mawardi.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para remaja semakin memahami pentingnya menjaga diri, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. (Mh/Fz)