0 menit baca 0 %

Tepuk Tepung Tawar, Warnai Konsolidasi dan Tasyakuran Petugas Haji Riau

Ringkasan: Riau (Humas)- Tepuk Tepung Tawar mewarnai acara Konsolidasi dan Tasyakuran Keberangkatan PPIH Kloter, PPIH Arab Saudi, PHD dan Bimbad KBIHU di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau, Senin 29 April 2024.Tepuk Tepung Tawar dimulai oleh oleh Plt Kakanwil Kemenag Riau Dr H Muliardi M Pd, Plt Kabag TU Dr H Rahm...

Riau (Humas)- Tepuk Tepung Tawar mewarnai acara Konsolidasi dan Tasyakuran Keberangkatan PPIH Kloter, PPIH Arab Saudi, PHD dan Bimbad KBIHU di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau, Senin 29 April 2024.

Tepuk Tepung Tawar dimulai oleh oleh Plt Kakanwil Kemenag Riau Dr H Muliardi M Pd, Plt Kabag TU Dr H Rahmat Suhadi M Pd, dan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Drs H Syahrudin M Sy. Dengan dihadiri dan disaksikan oleh Analis Kebijakan Ahli Muda Dr H Zulfadli Lc MA, seluruh petugas haji dan Pejabat dan Pegawai di Lingkungan Kanwil Kemenag Riau.

Muliardi dalam sambutannya menyampaikan, petugas haji pasca Covid 19 menghadapi tuntutan tugas yang sedikit berbeda dari tahun tahun sebelumnya. Petugas dituntut untuk tidak pernah menanggalkan seragam dan memegang teguh jati diri seorang petugas, yaitu berkomitmen siap untuk melayani jamaah 24 jam, siap untuk tidak berhaji,  Siap untuk tidak membawa barang- barang melebihi maskapai, siap untuk tidak memahrami dan dimahrami, siap melaksanakan tugas dan tanggungjawb, siap memakai pakaian petugas, siap membina, melindungi dan melayani.

“Petugas haji harus memiliki kemampuan dalam bekerja dan memiliki pengetahuan tentang Ibadah haji, jadi saat bertugas kalau ada jamaah yang bertanya tidak ada kata tidak tahu terhadpa semua tugas dan fungsi yang ada di kloter atau sector,” tegas Muliardi.

 “Laksanakan tugas sepenuh haji, jaga nama baik daerah Riau,” pesannya.

 Sementara itu Syahrudin mengatakan, petugas haji yang akan berangkat menjalankan tugas tahun 2024 merupakan orang- orang pilihan, dari 600 orang yang mendaftar di Riau, baik petugas haji kloter, non kloter maupun petugas haji daerah.

“Dari 600 yang mendaftar sebagai petugas haji hanya sebanyak 75 orang, terdiri dari Petugas Haji Darah (PHD) 35 orang, Pembimbing KBIHU 4 orang, PPIH Arab Saudi 11 orang dan PPIH Kloter sebanyak 75 orang. Ini tidak termasuk petugas kesehatan,” jelas Syahrudin.

Ia berharap, dengan terpilihnya menjadi petugas, petugas haji Riau hendaknya dapat menjalankan amanah yang diberikan negara, pelayanan tahun 2024 harus lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Jangan jadikan ini kesempatan untuk melaksanakan ibadah ibadah haji, tapi gunakan ini kesempatan untuk mengabdi dan melayani,” tegasnya.

Ditambahkan Koordinator kegiatan, Zulfadli, Konsolidasi dan Silaturrahmi Petugas haji Provinsi Riau lahir dari ide dan keinginan dari petugas untuk saling mengenal sebelum berangkat bertugas ke tanah suci, dengan harapan lahir keakraban dan saling komunikasi terkait dengan upaya memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.

“Kegiatan ini terselenggara secara swadaya karena tidak ada anggarannya di DIPA, dari petugas untuk petugas,” ucapnya.

Zulfadli mengatakan, tepuk tepung tawar merupakan salah satu rangkaian kegiatan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah dengan memohon restu agar kepada orang yang lebih tua/ dituakan agar selamat dan berhasil dalam melaksanakan sebuah tugas. (*)

 

Â