0 menit baca 0 %

Terapkan Praktik Ilmu Fardhu Kifayah, PAI KUA Dumai Kota Bimbing Majelis Taklim

Ringkasan: Dumai (Kemenag) Pelaksanaan bimbingan Fardhu Kifayah kembali digelar oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dumai Kota bersama Majelis Taklim Kelurahan Laksamana, Rabu (10/12/2025) pukul 14.00 WIB. Kegiatan kali ini berfokus pada praktik memandikan jenazah sebagai lanjut...

Dumai (Kemenag) – Pelaksanaan bimbingan Fardhu Kifayah kembali digelar oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dumai Kota bersama Majelis Taklim Kelurahan Laksamana, Rabu (10/12/2025) pukul 14.00 WIB.

Kegiatan kali ini berfokus pada praktik memandikan jenazah sebagai lanjutan dari materi sebelumnya tentang tata cara Fardhu Kifayah secara teori.

Di bawah arahan Azmir, selaku Koordinator Penyuluh yang memimpin kegiatan, para peserta tampak antusias menyimak setiap penjelasan mengenai tata cara memandikan jenazah. Melalui penuturan yang jelas dan runtut, Azmir menjelaskan langkah-langkah sesuai tuntunan syariat Islam, mulai dari persiapan hingga adab dalam pelaksanaannya.

“Ilmu Fardhu Kifayah ini sangat penting dikuasai oleh umat Islam, karena berkaitan dengan hak saudara seiman yang telah meninggal dunia. Dengan memahami dan mampu melaksanakannya, kita turut menjaga kehormatan dan martabat sesama muslim,” ujar Azmir dalam arahannya.

Kegiatan yang berlangsung diiringi suasana khidmat dan penuh kebersamaan ini menjadi wadah bagi para anggota majelis taklim untuk menambah wawasan sekaligus memperdalam keterampilan keagamaan. Para penyuluh juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencoba langsung, memastikan setiap langkah dilakukan sesuai adab dan ketentuan yang benar.

Melalui kegiatan ini, PAI KUA Kecamatan Dumai Kota berkomitmen terus menghadirkan pembinaan keagamaan yang tidak hanya sebatas teori, tetapi juga praktik nyata di tengah masyarakat. Pembinaan Fardhu Kifayah menjadi bagian penting dari upaya penguatan pemahaman keagamaan agar nilai-nilai Islam benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga ilmu ini bermanfaat dan bisa diamalkan ketika dibutuhkan. Karena pada hakikatnya, mengurus jenazah adalah bentuk kasih sayang dan tanggung jawab sosial kita sebagai sesama muslim,” tutup Azmir sebelum kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan sesi tanya jawab santai antara peserta dan para penyuluh. (Athifa/Ayu)