0 menit baca 0 %

Terendam Banjir, Kasubbag TU Kunjungi MI Babussalam

Ringkasan: Pasir Pengaraian (Humas)- Banjir akibat luapan sungai batang lubuh ternyata tidak hanya berakibat lumpuhnya perekonomian masyarakat di Pasir Pengaraian Rokan Hulu. Siswa Madrasah Ibtidaiyah Babussalam pun terkena imbasnya. Hampir sepekan tidak bisa melangsungkan proses belajar mengajar karena semua...
Pasir Pengaraian (Humas)- Banjir akibat luapan sungai batang lubuh ternyata tidak hanya berakibat lumpuhnya perekonomian masyarakat di Pasir Pengaraian Rokan Hulu. Siswa Madrasah Ibtidaiyah Babussalam pun terkena imbasnya. Hampir sepekan tidak bisa melangsungkan proses belajar mengajar karena semua kelasnya terendam banjir. Untuk melihat kondisi tersebut, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kan.Kemenag Rokan Hulu, H. Zulkifli Syarif, S.Ag,M.Pd.I, Minggu (17/2) menyempatkan diri untuk meninjau langsung kondisi MI Babussalam tersebut. Sayangnya Subbag TU tidak bisa melihat lebih dekat kondisi madrasah dikarenakan masih tingginya debet air. Gedung MI Babussalam yang terendam banjir hanya bisa dilihat dari kejauhan saja. Pada kesempatan itu Kasubbag TU mengungkapkan rasa keprihatinan yang tinggi, mengingat proses belajar mengajar di Madrasah yang berprestasi tersebut menjadi lumpuh akibat banjir. “Kita prihatin, yang jelas dengan musibah ini selain fisik gedung yang rusak, siswanya juga tidak bisa belajar,” ujarnya. Lebih lanjut Zul mengatakan kedepannya perlu ada jalan keluar atau solusi dalam rangka mengatasi kondisi serupa ini. hal ini disebabkan persoalan banjir ini sudah menjadi rutinitas di MI milik yayasan desa Babussalam ini. “Menurut informasi pihak sekolah dalam setahun itu ada sekitar 4 sampai 5 kali persoalan banjir ini, tentunya ini menjadi serius untuk segera dicarikan solusinya,” ucap Zul. Sementara itu Kepala MI Babussalam, Basir,S.Ag mengakui banjir kali ini bukanlah pertama kalinya terjadi dan menimpa MI asuhannya. Katanya, pihak yayasan sebetulnya sudah sejak lama memikirkan solusi yang akan diambil sebagai antisipasi banjir yang kerap menimpa MI Babussalam tersebut. Basir berharap pihak yayasan segera memutuskan solusi apa yang akan diambil terhadap hal ini. Sehingga kedepannya, persoalan banjir ini tidak lagi menjadi kendala proses belajar mengajar di MI ini. (sopian)