0 menit baca 0 %

Tertibkan Administrasi Perkawinan, Penyelenggara Buddha Kemenag Meranti Gelar Pernikahan Massal di Sungai Tohor Barat

Ringkasan: Meranti(Kemenag) Dalam rangka mewujudkan pelayanan keagamaan yang berdampak sebagai bagian dari program prioritas Kementerian Agama, Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar kegiatan Pernikahan Massal bagi umat Buddha suku Akit di Dusun Nerlang, Desa Sung...

Meranti(Kemenag)– Dalam rangka mewujudkan pelayanan keagamaan yang berdampak sebagai bagian dari program prioritas Kementerian Agama, Penyelenggara Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar kegiatan Pernikahan Massal bagi umat Buddha suku Akit di Dusun Nerlang, Desa Sungai Tohor Barat, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Senin(4/8).

Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara Penyelenggara Buddha Meranti, Yayasan Bodhi Ratana, dan Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Kabupaten Kepulauan Meranti, serta didukung oleh MBI Provinsi Riau dan WBI (Wanita Buddhis Indonesia).

Sebanyak 17 pasang pengantin mengikuti prosesi pernikahan massal ini. Mereka merupakan pasangan suami istri yang telah lama hidup berkeluarga namun belum memiliki surat nikah sah baik secara agama Buddha maupun secara hukum negara.

“Banyak umat yang telah lama berumah tangga namun belum memiliki dokumen pernikahan yang sah. Ini berdampak pada berbagai aspek, seperti kesulitan dalam menyekolahkan anak, mengakses bantuan pemerintah, hingga administrasi kependudukan lainnya,” ujar Penyelenggara Buddha Kemenag Kepulauan Meranti dalam sambutannya.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membantu umat agar tertib dalam administrasi perkawinan, mendapatkan pengesahan secara agama, serta mendorong proses lanjutan berupa penerbitan akta perkawinan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Prosesi upacara pernikahan dipimpin secara khidmat oleh Pandita Dutavira, selaku Pandita Lokapalasraya, disaksikan langsung oleh 12 Bhikkhu Sangha dari Pekanbaru yang turut hadir memberikan doa dan restu spiritual kepada seluruh pasangan pengantin.

Melalui pernikahan massal ini diharapkan akan lahir keluarga-keluarga Hitta Sukhaya (keluarga yang harmonis dan sejahtera), serta umat Buddha memperoleh hak-haknya secara utuh baik sebagai warga negara maupun sebagai pemeluk agama.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Perangkat Desa Sungai Tohor Barat, Penyelenggara Buddha Kemenag Meranti, MBI Kabupaten dan Provinsi Riau, Pengurus WBI Kabupaten Kepulauan Meranti dan WBI Belilas Inhu, serta Pengurus Yayasan Bodhi Ratana Sesap.

Penyelenggara Buddha juga menghaturkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini, khususnya perangkat desa, tokoh masyarakat Dusun Nerlang, para donatur, serta seluruh panitia.

“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan masyarakat Buddhis yang tertib administrasi, memiliki legalitas, dan mendapatkan hak pelayanan publik sebagaimana mestinya,” tutupnya. (T)