0 menit baca 0 %

Tertipu, 10 JCH ONH Plus Berangkat ke Jakarta

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Sepuluh Jamaah Calon Haji (JCH) ONH Plus yang merasa tertipu dengan biro pemberangkatan haji bernama Daarut Taqwa Tour dan travel yang berkantor di Jalan Kaharuddin Nasution Marpoyan Pekanbaru, berangkat ke Jakarta untuk memperjuangkan haknya.
Pekanbaru (Humas)- Sepuluh Jamaah Calon Haji (JCH) ONH Plus yang merasa tertipu dengan biro pemberangkatan haji bernama Daarut Taqwa Tour dan travel yang berkantor di Jalan Kaharuddin Nasution Marpoyan Pekanbaru, berangkat ke Jakarta untuk memperjuangkan haknya. Mereka tetap berusaha berangkat ke tanah suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji. "Semuanya yang mendaftar di Daarut Taqwa itu ada 24 orang dan termasuk saya jadi 25 orang. Saat ini kami berusaha di Jakarta untuk mengurus 10 dari mereka untuk berangkat dengan talangan pribadi. Nanti setelah ini kami akan berusaha mendapatkan hak-hak yang sudah terlanjur dibayarkan oleh rekan-rekan ini sepenuhnya," ujar Zulkifli slah seorang pembimbing di Daarut Taqwa, Ahad (30/10). Sebelumnya diketahui salah seorang JCH, Linda Ryani (37) dan ibunya, Maizarni (60), warga Jalan Rambutan, Kelurahan Pematang Berangan, Pasir Pangaraian, Kabupaten Rokan Hulu, merasa kecewa terhadap pelayanan biro pemberangkatan haji. Mereka sudah membayar lunas senilai Rp75 juta yang dibayar dalam bentuk dolar, tapi tidak ada kepastian kapan akan diberangkatkan. Malahan keberangkatan yang dijawadalkan Jumat (28/10), dibatalkan sepihak melalui telepon. Mereka dijanjikan akan diberangkatkan Ahad (30/10), tapi kembali janji-janji itu mungkir. Mereka tetap tidak diberangkatkan tanpa alasan yang jelas. Kantor Daarut Taqwa tutup, penanggung jawabnya bernama H Oman Abdul Aziz SAg tidak bisa dihubungi. Zulkifli mengatakan bahwa jika dia bisa bertemu Oman, maka dia tidak akan berangkat ke Jakarta untuk menyelesaikan urusan tersebut. "Sekarang ini saya hanya berniat membantu rekan-rekan kita yang sudah pasrah ini untuk mendapatkan hak mereka. Saya sudah enam hari tidak ada komunikasi dengan Oman. Sekarang hanya Allah saja yang tahu apakah rekan-rekan kita ini bisa berangkat atau tidak, tapi secara administrasi, visa semua sesuai prosedur," ujar Zulkifli. Ia akan berusaha mencarikan solusi untuk rekan-rekan yang tidak bisa berangkat. "Setelah urusan selesai, kami akan berkumpul dan menyelesaikan secara kekeluargaan. Yang penting saat ini adalah rekan-rekan tersebut tidak kehilangan hak mereka," kata Zulkifli. Di tempat berbeda, Perwakilan Darut Taqwa di Kabupaten Rokan Hulu, H Afrijon juga mencemaskan kondisi tersebut. Saat ini ada tiga JCH yang dijanjikan akan berangkat tahun 2012 terancam gagal juga. "Saya dengar cerita rekan-rekan yang dijanjikan berangkat tahun ini, saja jadi tidak habis pikir. Ada kemungkinan tiga orang yang mendaftar di Rohul ini juga terancam tidak berangkat kalau kondisi sekarang seperti itu. Saat ini sudah susah menacari Oman, jadi kita tidak bisa mencari kepastian," ujar Afrijon. Afrijon juga mengatakan orang yang mengetahui keberadaan Oman tersebut adalah seorang bernama Dedi. Dedi pernah ke rumah kediaman Oman di Subang. "Jika kita bisa bertemu Dedi, maka kita minta tolong mengantarkan ke rumah Oman di Subang, atau kita temui keluarganya saja", Afrijon. Menurut Afrijon, jika sulit mencari Oman dan tidak diketahui di mana keberadaannya, maka mereka akan mencari orang tua dan istri Oman yang tinggal di Kantor Daarut Taqwa tersebut untuk membantu dan mencari serta menghubungi Oman. "Kalau saya pikir, jika ibunya ada di Pekanbaru, kita usahakan minta tolong berdialog dengan ibu tersebut untuk mencari anaknya. Tidak mungkin seorang anak akan menyusahkan ibunya dan membiarkan namanya tercemar karena menelantarkan orang banyak untuk beribadah di mata ibunya. Pastilah dia akan kembali dan menyelesaikan permasalahan ini jika diminta ibunya, mungkin cara ini lebih baik daripada bersitegang," kata Afrijon.(rp.co.id)