0 menit baca 0 %

Tiba di Asrama, Calon Jemaah Haji Kab. Indragiri Hilir Kloter 07 Embarkasi Batam Terima Layanan One Stop Service

Ringkasan: Batam (Inmas) - Sebanyak 142 Jemaah Haji  Kloter 07 Embarkasi Batam asal Kab. Indragiri Hilir setibanya di Asrama Haji Embarkasi Batam menerima layanan One Stop Service dari petugas embarkasi. Layanan ini meliputi cek kesehatan, penerimaan paspor dan tiket pesawat, living cost dan gelang identitas...

Batam (Inmas) - Sebanyak 142 Jemaah Haji  Kloter 07 Embarkasi Batam asal Kab. Indragiri Hilir setibanya di Asrama Haji Embarkasi Batam menerima layanan One Stop Service dari petugas embarkasi. Layanan ini meliputi cek kesehatan, penerimaan paspor dan tiket pesawat, living cost dan gelang identitas jemaah, Jum'at (17/5/2024). 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Indragiri Hilir melalui Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) H. Guspiandi melaporkan kepada Pelaksana Tugas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau bahwa jemaah haji telah tiba di embarkasi Batam dan melakukan beberapa tahapan layanan. 

"Untuk layanan kesehatan, petugas embarkasi dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Batam akan melakukan pemeriksaan tahap ketiga (akhir) bagi jemaah. Diantaranya verifikasi data kesehatan, tes kehamilan bagi wanita usia subur, dan edukasi kesehatan", ungkap H. Guspiandi. 

"Pihak layanan kesehatan berikan prioritas melalui jalur fast track (jalur cepat) untuk jemaah lansia dan berkebutuhan khusus agar mempercepat penerimaan jemaah sehingga tidak menguras tenaga mereka,” terang Kasi PHU lebih jelas. 

Beliau juga berpesan Para jemaah diminta istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, dan minum air putih yang cukup. “Kita mendengar di sana cuaca cukup panas tahun ini, jadi kami sarankan menjaga kondisi tubuh agar terhindar dari dehidrasi,” ujarnya. 

Selain layanan kesehatan, dalam One Stop Service ini jemaah juga menerima living cost sebesar 750 Riyal, sekitar Rp 3.500.000. Uang tersebut merupakan pengembalian dari uang setoran haji yang sudah dibayarkan sebelumnya.

“Uang pembekalan untuk jemaah haji diberikan dalam bentuk uang kertas 500 Riyal, 2 lembar 100 Riyal, dan 50 Riyal. Kami harap uang itu dimanfaatkan jemaah terutama untuk pembayaran Dam dan belanja kebutuhan pokok di Tanah Suci,” kata H. Guspiandi menjelaskan. 

Selain itu, jemaah juga dibekali gelang berbahan logam, yang wajib digunakan selama menjalankan ibadah haji. Kasi PHU Kankemenag Inhil H. Guspiandi menerangkan gelang tersebut bertuliskan identitas jemaah seperti asal embarkasi dan tahun keberangkatan, nomor kloter, nomor paspor, nama dan bendera Indonesia.

“Gelang ini harus selalu dipakai jemaah, untuk memudahkan petugas di Tanah Suci memberikan bantuan, baik itu tersesat, sakit, atau meninggal dunia,” tutupnya. 


(edit:ana)