0 menit baca 0 %

Tidak ada Pendamping dan Sulit Berjalan Rosminah Selesaikan Rangkaian Haji

Ringkasan: Batam (Kemenag) --- Rosminah Muhammad Bakri (64) tiba di aula Arafah 1 asrama haji Batam. Ia dibantu dengan kursi roda. Kakinya yang pernah patah, tak mampu lagi menopang tubuhnya. Rosmina juga sempat tersesat, tertinggal dengan rombongannya saat berada di tanah suci Makkah....Sekitar pukul 23.39 WI...

Batam (Kemenag) --- Rosminah Muhammad Bakri (64) tiba di aula Arafah 1 asrama haji Batam. Ia dibantu dengan kursi roda. Kakinya yang pernah patah, tak mampu lagi menopang tubuhnya. Rosmina juga sempat tersesat, tertinggal dengan rombongannya saat berada di tanah suci Makkah....

Sekitar pukul 23.39 WIB Ahad (15/6/2025), ratusan jamaah haji (JH) Kelompok Terbang (Kloter) 3 debarkasi Batam mulai berdatangan di asrama haji Batam. Sekitar 15 jamaah terpaksa dibantu dengan kursi roda. Mereka kelelahan dan sementara jamaah yang lainnya, memang ada riwayat sakit. Salah satunya Rosmina.

Jamaah asal Kota Pekanbaru ini, pernah mengalami cedera patah kaki sekitar tahun 2023 silam. Karena terjatu dikamar mandi saat di rumahnya. Kaki yang pernah cedera itu membuat Rosmina tak mampu berjalan kaki lagi, saat itu berada di Mina hendak melaksanakan lempar Jumrah di Mina.

"Kaki saya pernah patah, saat itu berada di Mina mau lempar Jumrah. Saat juga sempat tersesat tertinggal rombongan jamaah, tak kuat lagi berjalan. Untungnya ada pemuda yang menolong saya mencarikan kursi roda saat itu," ungkap Rosmina.

Kakinya yang pernah cedera dimasa lalu itu, terasa kebas dan mulai sedikit membengkak. Itu karena terlalu banyak berjalan. "Kaki tak bisa berjalan cepat hanya bisa berjalan pelan-pelan. Tak sadar saya tertinggal sendirian, rombongan saya tak ada lagi. Waktu itu saya hanya bisa manangis, apalagi sudah menjelang waktu Magrib. Untungnya petugas haji yang sedang mencari-cari bisa menemukan saya," ungkapnya penuh rasa syukur.

Jamaah yang mendaftar haji tahun 2012 ini sudah beberapa kali tertunda berangkat haji karena belum bisa melunasi biaya hajinya. Pada tahun ini bisa melaksanakan ibadah haji meski tanpa pendamping. Karena suaminya lebih dulu berhaji beberapa tahun lalu.

"Alhamdulillah tahun ini bisa berangkat haji meski sempat mengalami sedikit kendala karena kaki saya sakit saat di Mina dan sempat tersesat. Saya juga tidak ada pendamping, suami sudah haji duluan, dulu karena faktor biaya juga jadi suami duluan yang berangkat haji," imbuhnya yang penuh haru karena saat melaksanaan rangkaian ibadah haji banyak dibantu para petugas haji Riau.

"Saya terimakasi para petugas haji kita banyak memberikan bantuan dan pelayanan dengan kondisi saya. Sebenarnya waktu berangkat saya tidak pakai kursi roda, tetapi karena pernah cedera kaki sehingga tak kuat berjalan terlalu panjang," tambahnya lagi. 

Harmidaya (64) jamaah asal Kota Pekanbaru lainnya ini juga mengucapkan rasa terimakasi terhadap para petugas Kloter atas semangatnya memberikan pelayanan yang baik terhadap para jamaah. Jamaah ini juga saat kembali ke asrama haji dibantu dengan kursi rodanya.

Saat berangkat ke tanah suci Makkah dirinya masih sangat semangat dan kuat melaksanakan rangkaian ibadah haji. Namun karena banyak berjalan kakinya terasa kebas dan terasa tidak bertenaga. Ia telah melaksanakan rangkaian ibadah hajinya.

"Alhamdulillah bisa melaksanakan rangkaian haji, meski kaki terasa tak bertenaga sekarang. Mungkin karena kelelahan. Saya juga mengucapkam terimakasi kepada petugas Kloter yang sudah membantu dan memberikan pelayanan yang baik kepada saya dan jamaah lainnya," ungkap Harmidaya.