0 menit baca 0 %

Tiga Hal Penting Penguatan Moderasi Beragama

Ringkasan: Dumai (Inmas) - Senin (15/11/2021), Dalam rangka dilaksanakannya kegiatan Penguatan Moderasi Beragama yang ditaja oleh Sub Bagian Ortala dan KUB Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau. Kegiatan berlangsung secara tatap muka, diikuti para Pejabat Administrator dan Pengawas d...

Dumai (Inmas) - Senin (15/11/2021), Dalam rangka dilaksanakannya kegiatan Penguatan Moderasi Beragama yang ditaja oleh Sub Bagian Ortala dan KUB Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau. Kegiatan berlangsung secara tatap muka, diikuti para Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Kementerian Agama Provinsi Riau Angkatan 2 Tahun 2021.

Hadir peserta dari Kota Dumai, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Drs. H. Zulkifli, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Drs. H. Sudarmanto, Kepala Seksi Pendidikan Islam Drs. Sarifuddin dan Penyelenggara Kristen Jhon Ridwan Manik, S.PAK.

Kasi PHU H. Zulkifli saat dikonfirmasi melalui telepon oleh Humas Zulfahmi Arief. S.Sos mengatakan, bahwa ada hal penting yang harus diperhatikan ASN Kemenag dalam implementasi MB. Pertama, ASN Kemenag harus bersungguh-sungguh mengikuti Master Training MB yang telah dirancang Pokja. Master Training MB akan digelar secara bergilir, mulai dari pejabat eselon I hingga ke bawah.

Tujuannya, memberikan kecakapan MB dengan menggunakan berbagai pendekatan, system thinking, transformative leadership, hingga theory of changes.

Kedua, seluruh satker tidak membuat terjemahan sendiri-sendiri dalam implementasi MB. Tim Pokja MB yang dipimpin Sekjen Kemenag sudah bekerja keras menyiapkan konsepnya untuk dilatih dan diimplementasikan. Jadi tidak perlu membuat tafsir sendiri-sendiri.

Ketiga, sebagai leading sector dari seluruh kementerian, Moderasi Beragama harus menjadi cerminan ASN Kemenag dalam bersikap dan bertindak melayani masyarakat. Jangan bikin malu. Leading sector tapi perilakunya masih tidak moderat.

Kemenag harus dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan keberagamaan yang terjadi di Indonesia, jelas Kasi PHU H. Zulkifli. (Arief)