0 menit baca 0 %

Tiga Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bengkalis dan Staf Ikuti Peringatan Harlah Muslimat NU ke-79 dan Nuzulul Qur’an di Desa Pedekik

Ringkasan: Bengkalis Tiga orang Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bengkalis, yakni Eny Gustinawati, Jurina, dan Dahniar Sumarni serta satu orang staf, Asmarida, mengikuti kegiatan peringatan Harlah Muslimat NU ke-79 dan Nuzulul Qur an yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Bengkalis.

Bengkalis – Tiga orang Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bengkalis, yakni Eny Gustinawati, Jurina, dan Dahniar Sumarni serta satu orang staf, Asmarida, mengikuti kegiatan peringatan Harlah Muslimat NU ke-79 dan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Bengkalis. Kegiatan berlangsung di Masjid Sabilillah, Desa Pedekik, Minggu (16/03/2025) mulai pukul 07.30 WIB hingga 11.00 WIB.
Kegiatan diawali dengan khatam Al-Qur’an bersama pengurus PC Muslimat NU, dilanjutkan dengan sholat sunnah berjamaah yang dipimpin oleh Imam H. Ghufronuddin. Rangkaian sholat sunnah tersebut meliputi sholat taubat dua rakaat, dhuha empat rakaat, dan tasbih empat rakaat.
Setelah sholat sunnah, H. Ghufronuddin menyampaikan mauizhatul hasanah dengan tema seputar fiqh sholat. Beliau menjelaskan bahwa berpaling dari sholat hukumnya makruh jika tanpa alasan, namun menjadi sunnah ketika ada alasan syar’i seperti saat salam ke kanan dan ke kiri. Jika berpaling hanya untuk bermain-main, maka hukumnya haram dan dapat membatalkan sholat apabila yang berpaling adalah dada.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam ibadah. "Mulut bisa saja membaca bismillah, tetapi hati bisa berpaling. Ruh dari seluruh ibadah adalah memahami apa yang diucapkan dan dilakukan dalam sholat. Di sanalah letak kiat mendapatkan kekhusyukan dalam sholat," ungkapnya.
Pada sesi akhir, diberikan kesempatan kepada lima orang jamaah untuk bertanya dan masing-masing mendapatkan doorprize sebagai bentuk apresiasi. Selain itu, PC Muslimat NU juga menyerahkan 23 paket sembako kepada kaum dhuafa yang berasal dari infaq dan shodaqoh para pengurus.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 jamaah yang penuh antusias hingga selesai. Peringatan Harlah dan Nuzulul Qur’an ini diharapkan menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus meningkatkan semangat ibadah di bulan suci Ramadhan.