0 menit baca 0 %

Tiga sambutan primadona pembukaan MTQ Nasional ke XXVIII di Padang, Sumbar

Ringkasan: Rokan Hilir (inmas)- Plt Kakan Kemenag Kab. Rokan Hilir, Drs. H. Sakolan, M.Ag bersama Kasi Bimas Islam, H. Khairul, S.Ag, menghadiri walau hanya melalui layar di luar arena karena kapasitas yang dibatasi pada pembukaan MTQ Tingkat Nasional ke XXVIII Sumatera Barat Tahun 2020, Sabtu, 14 November 202...

Rokan Hilir (inmas)- Plt Kakan Kemenag Kab. Rokan Hilir, Drs. H. Sakolan, M.Ag bersama Kasi Bimas Islam, H. Khairul, S.Ag, menghadiri walau hanya melalui layar di luar arena karena kapasitas yang dibatasi pada pembukaan MTQ Tingkat Nasional ke XXVIII Sumatera Barat Tahun 2020, Sabtu, 14 November 2020 di stadion Sikabu di Kabupaten Padang Pariaman. Hadir pula menyusul Ketua H. Safrudin (Iput), Sekretaris Zakifri, SHI dan beberapa pengurus LPTQ Kab. Rohil diantaranya Bendahara H. Hasbullah, S.Ag, Hariyanto (Anto).

Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat mengawali acara sambutan mengatakan, Sumbar menjadi tuan rumah MTQ nasional merupakan kali kedua. Adapun kali pertama Sumbar jadi tuan rumah yaitu pada tahun 1983 yang lalu. 

Ia juga menjelaskan, hanya 32 provinsi yang ikut serta dalam ajang nasional tersebut. Untuk diketahui DI Yogyakarta dan Nusa Tenggara Timur tidak ikut serta. Dari 32 provinsi tersebut terdapat 1.476 peserta, 2.086 kafilah. Ajang tersebut melibatkan 135 Dewan Hakim, 26 panitera, tujuh orang pengawas dan 43 orang ofisial dari pusat. 

Irwan pun meminta semua pihak yang terlibat dalam MTQ untuk tetap menjaga protokol kesehatan agar selalu diterapkan. 

"Mohon maaf ada pengetatan protokol kesehatan selama kegiatan agar kita semua sehat," ujar dia.

Sementara itu Menteri Agama RI, Jend. TNI (Purn) Fachrul Razi dalam sambutannya mengatakan MTQ ke XXVIII tahun 2020 merupakan MTQ yang membutuhkan proses persiapan dan pelaksanaan yang sungguh-sungguh karena dilaksanakan di tengah pandemi covid 19.

"Komitmen dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat di semua lini diperlukan dalam ajang ini. Semoga event MTQ tahun ini menjadi hikmat nasional yang akan membawa sukses MTQ Nasional ke XXVIII tahun 2020," kata Menag. 

Menag selanjutnya mengatakan MTQ adalah perlehatan yang sudah merekat di hati masyarakat Indonesia karena diselenggarakan secara sistematis rutin dan berjenjang tiap tahunnya mulai dari tingkat desa hingga nasional, bahkan setiap event MTQ mampu menggerakan roda ekonomi masyarakat.

Sebagai penutup sambutan sekaligus pembuka resmi MTQ Nasional ke 28, sambutan Presiden Joko Widodo yang disampaikan secara virtual dari Istana Negara Jakarta.

Presiden mengatakan ajang MTQ tidak hanya untuk berlombaan baca tulis Alquran. Tapi lebih kepada mengedukasi umat untuk lebih mencintai dan membumikan Alquran. Ia berharap melalui MTQ, umat Islam semakin menjadi warga yang humanis dan terbuka.

Jokowi menyebut MTQ juga sebagai salah satu bentuk untuk membuktikan kecintaan umat Islam kepada kitab suci Alquran.

“MTQ sebagai bentuk dakwah sempurnakan akhlak umat Islam. Bukan hanya akan memperkuat jati diri tapi juga memperokokoh semangat ukhuwah Islamiah dan ukhuwah wathaniyah sesuai ajaran Rasulullah SAW,” ujar Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan bahwa MTQ di masa pandemi. Di mana setiap warga harus memperlihatkan kepedulian terhadap sesama. Ia berharap dengan semangat kekompakan dan dengan ridho Allah, Indonesia dapat keluar dari masa sulit akibat pandemi.

Di akhir sambutannya Presiden selanjutnya membuka secara resmi MTQ Tingkat Nasional ke 28 di Padang, Sumatra Barat.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmaanirrahiim, dengan ini MTQ Nasional ke 28 di Provinsi Sumatra Barat dengan resmi saya buka,” kata Presiden Jokowi.

MTQ tahun kali ini merupakan kali kedua bagi Sumbar menjadi tuan rumah. Sebelumnya Sumbar menjadi tuan rumah pada 1983 atau 37 tahun lalu juga di Kota Padang.

MTQ Nasional ke XXVIII akan memperlombakan 8 cabang itu adalah cabang seni baca Alquran, qira'atal Quran, hafalan Alquran, tafsir Alquran, fahmil Alquran, seni kaligrafi Alquran, syarhil Alquran, dan cabang karya tulis ilmiah Alquran. (Nsh)