0 menit baca 0 %

Tim Penaiszawa Kanwil Kemenag Provinsi Riau Lakukan Pembinaan Terhadap Kelompok Kerja Majelis Taklim di Kab.Kampar

Ringkasan: Tim Penaiszawa Kanwil Kemenag Provinsi Riau Lakukan Pembinaan Terhadap Kelompok Kerja Majelis Taklim di Kab.KamparKampar (Humas) Bertempat di ruangan Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Tim Penerangan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Provinsi Riau melakukan pembinaan kelompok kerja Majelis Taklim Kab.Ka...

Tim Penaiszawa Kanwil Kemenag Provinsi Riau Lakukan Pembinaan Terhadap Kelompok Kerja Majelis Taklim di Kab.Kampar


Kampar (Humas) – Bertempat di ruangan Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Tim Penerangan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Provinsi Riau melakukan pembinaan kelompok kerja Majelis Taklim Kab.Kampar pada Jumat (2/2/2024).

Hadir dari Tim Penerangan Zakat dan Wakaf tersebut yakni Analis Kebijakan Ahli Muda Firdaus, S.Ag, M.Sy, Penyusun Bahan Penerbitan Dakwah H.Asrori, S.Ag, dan Penyusun Bahan Pembinaan Noviarti, SE, Sy. Kedatangan tim ini disambut oleh Kepala Seksi H.Maswir, MA dengan didampingi pegawai Bimas Islam H.Syamsuatir, M.E.Sy. Turut hadir sebagai yang diberikan pembinaan yakni 3 perwakilan dari Majelis Taklim di Kabupaten Kampar.

Selama kegiatan berlangsung, tim Penaiszawa memberikan banyak gambaran dan arahan tentang bagaimana agar kegiatan pengajian bulanan ataupun mingguan masing-masing Majelis Taklim yang ada di Kab.Kampar berjalan lancar, tertib manajemen, dan tentu saja sesuai dengan kajian-kajian yang disampaikan oleh para penyuluh agama islam yang ada di Kab.Kampar. Dengan sekaligus membawa buku yang diterbitkan langsung oleh Dirjen Bimas Islam Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag RI berjudul “Silabus Kajian Keislaman Majelis Taklim – Penguatan Moderasi Beragama”, diharapkan Majelis Taklim yang ada di Kab.Kampar bisa memakai dan membacanya sebagai sedikit banyaknya panduan dalam menjalani aktivitas dan kegiatan pengajian di masing-masing tempat.

“Ibarat dalam bahasa pendidikan, buku ini adalah kurikulumnya. Ini bertujuan agar kajian-kajian yang didapatkan oleh masyarakat itu bervariasi dan tersebar. Jangan sampai nanti minggu pertama di Majelis Taklim A tema pengajian tentang Akhlak Sabar, di minggu kedua dengan mengundang Ustads/Ustadzah yang berbeda ternyata juga mengisi pengajian tentang hal yang sama. Untuk menghindari hal tersebut, maka buku ini disusun dan diterbitkan” ungkap Firdaus.

Secara isi, materi yang dirumuskan dan disusun dalam silabus ini terdiri dari materi-materi kajian keagamaan dan kebangsaan yang saling berkaitan erat, integratif, interkonektif, holistik, dan komprehensif. Silabus ini disusun oleh tim peneliti yang kompeten di bidangnya masing-masing dan melalui proses yang cukup panjang. Wajar saja kiranya silabus ini bisa menjadi referensi utama/panduan utama bagi ustadz-ustadzah pimpinan majelis taklim dalam pelaksanaan dakwah, pembinaan dan pengembangan organisasi, sesuai dengan sinopsis dari buku tersebut yang ditulis oleh Ali Sibromalisi, Kasubdit Kemitraan Umat Islam.

Firdaus juga memberitahukan tentang program terkini dari Kemenag RI yaitu moderasi beragama. Sikap untuk saling toleransi terhadap sesama manusia baik berbeda dalam keyakinan ataupun tidak, adalah yang di prioritaskan dalam program ini. Firdaus juga tak lupa tetap menyerahkan keputusan sepenuhnya pada masing-masing majelis taklim dalam cara menyampaikan moderasi kepada jamaah pengajiannya. (Cicy/Fatmi/Agus)