Kuansing (Inmas) - Tim Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bidang Prasarana Pemukiman kunjungi lansung MTsN 2 Kuansing Kamis (18/11/2021). Kunjungan ini untuk meninjau lansung kondisi fisik bangunan MTsN 2 Kuansing guna verifikasi kelayakan untuk mendapat bantuan program rekonstruksi dan rehab madrasah berstatus negeri dari pihak Kementerian PUPR.
Dalam tinjauan ini 2 orang staff PUPR bertugas untuk memverifikasi kondisi bangunan yakni Elpi Riska, S.T., dan Evi Novita Sari, S.T.,. Turut serta mendampingi Kasi Penmad Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi H. Burdianto, S.Kom.,MM., Kepala MTsN 2 Kuansing Rini Susanti beserta Edianto, S.Pd.I., Waka Sarana dan Prasarana. Kegiatan verifikasi dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir 11.45 WIB. Kondisi fisik bangunan dicek secara detail. Tim verifikasi temukan kerusakan kecil hingga besar, seperti retak di dinding bangunan , tiang yang keropos, plafon bocor dan lantai yang retak parah karena kondisi tanah yang mengalami penurunan. Temuan lainnya yakni ruang kelas bertingkat yang tidak memenuhi standar konstruksi sehingga tidak aman untuk digunakan karena kondisi bangunan yang agak goyang akibat pondasi yang tidak memadai untuk bangunan 2 lantai. Kondisi toilet yang tidak layak dan tidak mencukupi dibandingkan dengan jumlah peserta didik juga jadi temuan tim verifikasi. Selain kondisi fisik, pengukuran bangunan juga menjadi agenda verifikasi.Â
Staff PUPR Elpi Riska, ST., dalam wawancara singkat dengan Tim Kontributor Inmas MTsN 2 Kuansing menyampaikan "ajuan rekonstruksi dan rehab untuk bangunan MTsN 2 Kuansing ini untuk 2021, dan jika lolos verifikasi kemungkinan dilaksanakan 2022".
Mengawasi dan dampingi lansung kegiatan verifikasi kondisi fisik bangunan oleh pihak PUPR ini, Kasi Penmad Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi H. Burdianto, S.Kom.,M.M., memaparkan riwayat konstruksi bangunan MTsN 2 Kuansing. Beliau juga menyampaikan saat berbincang dengan tim verifikasi lapangan PUPR "bagi kami yang jelas diverifikasi terlebih dahulu kondisi fisik bangunan, dan dilapangan ditemukan ruang majelis guru yang dialihfungsikan untuk ruang belajar karena kondisi ruang belajar yang tidak memadai serta kurang layak untuk digunakan. Ruang belajar yang kondisinya darurat ini pun masih ada yang digunakan untuk pembelajaran. Jadi jika nantinya lolos verifikasi untuk rekon maupun rehab, tentu ruang belajar darurat ini akan layak dan memadai untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar".
"Kami pihak madrasah berharap MTsN 2 Kuansing lolos verifikasi dan memenuhi syarat menerima bantuan untuk rekonstruksi dan rehab ini. Sarana dan prasarana yang memadai tentu menjadi salah satu penunjang utama jalannya kegiatan belajar mengajar. Fasilitas yang cukup, ruang belajar yang nyaman bagi peserta didik dan tenaga pendidik serta bangunan yang layak bagi seluruh warga madrasah adalah hal yang menjadi prioritas kami di MTsN 2 Kuansing" ujar Rini Susanti, S.Pd.,M.M., Kepala MTsN 2 Kuantan Singingi. ( Nova )Â