Siak (Kemenag) - Suasana penuh kegembiraan dan rasa syukur mewarnai hamparan persawahan di Kampung Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, pada Rabu (22/10/2025) dalam rangka pelaksanaan Pesta Panen Raya. Kegiatan ini menjadi momen bersejarah bagi masyarakat setempat yang merayakan keberhasilan panen padi sekaligus mempererat tali silaturahmi antara petani, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat.
Acara yang digelar dengan nuansa pedesaan yang asri ini dihadiri oleh Bupati Siak, Dr. Afni Z, didampingi oleh Camat Bungaraya, Wasito, Penghulu Kampung Jayapura, Nurhadi Budiono, dan Pimpinan Bank BRI Cabang Bungaraya, serta para petani dan warga sekitar. Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Siak itu disambut hangat dengan suasana penuh keakraban dan rasa syukur. Panen pertama dilakukan langsung oleh Bupati Siak sebagai simbol dimulainya masa panen di wilayah tersebut, disambut tepuk tangan riuh para hadirin yang hadir di tengah hamparan padi menguning.
Menambah semarak dan keindahan acara, Tim Sanggar Tari MTsN 3 Siak turut berpartisipasi dengan menampilkan Tarian Persembahan Melayu sebagai pembuka kegiatan. Dengan balutan busana adat berwarna keemasan dan gerak tari yang anggun, para penari yang merupakan siswa-siswi MTsN 3 Siak berhasil memukau tamu undangan dan masyarakat yang hadir. Lantunan musik Melayu yang mengiringi gerakan para penari menambah nuansa kultural yang begitu kuat di tengah hamparan sawah yang hijau.
Kepala MTsN 3 Siak, Ustadz Idris, mengungkapkan rasa bangganya atas keikutsertaan siswanya dalam kegiatan ini. “Kami sangat bersyukur karena siswa-siswi MTsN 3 Siak mendapat kesempatan untuk tampil dan berkontribusi dalam acara besar ini. Melalui kegiatan seperti ini, mereka belajar tentang budaya, kerja sama, dan rasa percaya diri,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Subai’ah, menyampaikan bahwa partisipasi siswa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pendidikan karakter yang menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya daerah. “Anak-anak bukan hanya menari, tetapi juga belajar menghargai nilai-nilai kearifan lokal dan pentingnya menjaga tradisi Melayu,” tuturnya.
Salah satu penari, Dhila Ayu Nursafitri, mengaku bangga dapat tampil di hadapan Bupati dan masyarakat luas. “Rasanya senang sekali bisa membawa nama madrasah dan ikut memeriahkan panen raya,” ujarnya dengan penuh semangat.
Pesta Panen Raya ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan pertanian, tetapi juga wadah kebersamaan yang mempererat hubungan antara dunia pendidikan, budaya, dan masyarakat Kabupaten Siak.(Abd/Hd)