0 menit baca 0 %

Tim Tapak Suci Ponpes Nurul Hidayah Sabet 31 Medali di Kejuaraan Pencak Silat Internasional

Ringkasan: Bantan (Kemenag) Tim Tapak Suci Pondok Pesantren Nurul Hidayah Bantan, Bengkalis, Riau, tampil cemerlang dengan meraih total 31 medali (14 emas, 6 perak, 11 perunggu) dalam kejuaraan International Moslem Pencak Silat Championship (IMPSC) 2025 di GOR Indomilk Indoor Stadium, Kabupaten Tangerang, Bant...

Bantan (Kemenag) โ€” Tim Tapak Suci Pondok Pesantren Nurul Hidayah Bantan, Bengkalis, Riau, tampil cemerlang dengan meraih total 31 medali (14 emas, 6 perak, 11 perunggu) dalam kejuaraan International Moslem Pencak Silat Championship (IMPSC) 2025 di GOR Indomilk Indoor Stadium, Kabupaten Tangerang, Banten pada 16โ€“19 September 2025.

Kejuaraan ini diikuti ribuan santri dari sekitar 10 negara. Ponpes Nurul Hidayah mengirim 37 pesilat putra-putri dalam kejuaraan tersebut, yang diikuti total 198 kontingen. Raihan 31 medali ini menempatkan tim Nurul Hidayah sebagai salah satu kontingen dengan prestasi tertinggi di ajang tersebut.

Pelatih tim Nurul Hidayah, Ahmad Sohibul Kirom, mengatakan bahwa pencapaian tersebut berkat kerja keras dan persiapan matang semua atlet. โ€œKegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi para atlet untuk menimba pengalaman berkompetisi di tingkat internasional,โ€ ujarnya. Ia menambahkan bahwa para pesilat Nurul Hidayah menjalani latihan intensif berbulan-bulan sebelum kejuaraan. Tim ini dampingi oleh kepala pembimbing , Muspiandi dan empat pelatih berpengalaman, yaitu Ahmad Sohibul Kirom dan Nabhan Wahyudi (pelatih putra) serta Kurnia Nofria dan Siti Rohana (pelatih putri).

Salah satu pesilat putri Nurul Hidayah, Mama Hafzah, mengaku bangga atas prestasi timnya. โ€œSaya sangat bangga dapat mengharumkan nama pesantren dan Riau di ajang ini. Keberhasilan ini memotivasi kami untuk terus berlatih lebih keras,โ€ ujarnya. Dia berharap keberhasilan ini makin memacu semangat rekan-rekannya untuk terus berprestasi. Dengan prestasi di IMPSC 2025, Nurul Hidayah mempertegas kontribusi santri dalam melestarikan olahraga tradisional Indonesia di pentas internasional.