Tingkat Kelulusan Siswa MA Riau 99.51 Persen
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Tingkat kelulusan siswa/ siswi tingkat Madrasah Aliyah (MA) di Riau mencapai 99.51 persen dari sebanyak 7.363 siswa yang mengikuti UN. Tingkat kelulusan tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Tahun sebelumnya dari 8.138 total siswa yang ikut UN yang berhasil lulus...
Pekanbaru (Humas)- Tingkat kelulusan siswa/ siswi tingkat Madrasah Aliyah (MA) di Riau mencapai 99.51 persen dari sebanyak 7.363 siswa yang mengikuti UN. Tingkat kelulusan tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Tahun sebelumnya dari 8.138 total siswa yang ikut UN yang berhasil lulus hanya 7.537 orang atau 92.61 persen.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Sabtu (21/5) di Pekanbaru mengatakan, berdasarkan hasil rekapitulasi hasil Ujian Nasional (UN) tingkat MA di Provinsi Riau, cukup memuaskan. Karena dari 7.363 siswa yang mengikuti UN 0.30 persen atau 20 orang yang gagal.
"Berdasarkan hasil rekapitulasi Bidang Mapenda, peserta UN tingkat MA sebanyak 7.363 orang yang lulus sebanyak 7.343 orang atau 99.51 persen. Dengan demikian jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 20 orang atau 0.49 persen," jelas Asyari.
Secara rinci Asyari menyebutkan, tingkat kelulusan MA dibagi tiga jurusan, untuk jurusan IPA tingkat kelulusan 99.81 persen atau dari 1.603 siswa tiga orang tidak lulus atau 0.19 persen. Jurusan IPS tingkat kelulusan mencapai 99.70 persen atau dari 5.623 siswa tidak lulus 17 orang siswa atau 0.30 persen. Sedangkan Jurusan Keagamaan lulus seratus persen dengan jumlah siswa 137 orang.
"Perbandingan tahun lalu 2009/ 2010 tingkat kelulusan tahun ini jauh lebih baik. Tahun sebelumnya peserta ujian sebanyak 8.138 orang yang lulus hanya 7.537 orang atau 92.61 persen. Sebanyak 601 atau 7.39 persen siswa tidak lulus," terangnya.
Lebih lanjut Asyari mengungkapkan, terhadap tingkat kelulusan yang belum mencapai 100 persen hendaknya menjadi bahan evaluasi dan opname oleh bidang Mapenda, ka kan kemenag dan pihak sekolah demi peningkatan pendidikan pada tahun ajaran 2011/ 2012 mendatang. Hal tersebut juga dilakukan tahun sebelumnya, untuk mengetahui titik lemah sehingga terjadi ketidak lulusan beberapa orang siswa.
"Kita ingin tingkat kelulusan siswa madrasah itu mencapai 100 persen, untuk itu setiap tahun akan kita lakukan evaluasi untuk mengetahui dan memperbaiki titik kelemahan tersebut," pungkasnya. (msd)