0 menit baca 0 %

Tingkatkan Kapasitas Imam Masjid, Penyuluh Agama KUA Kec. Mandau Ikuti Pelatihan Daurah Aimmah Secara Daring

Ringkasan: Mandau (Kemenag)  Upaya peningkatan kualitas pelayanan keagamaan terus digalakkan Kementerian Agama. Salah satunya melalui program Daurah Aimmah (Pelatihan Imam Masjid) yang saat ini tengah berlangsung secara daring. Kegiatan yang dimulai pada 23 hingga 27 Agustus 2025 ini diikuti oleh ratusan pese...

Mandau (Kemenag)  – Upaya peningkatan kualitas pelayanan keagamaan terus digalakkan Kementerian Agama. Salah satunya melalui program Daurah Aimmah (Pelatihan Imam Masjid) yang saat ini tengah berlangsung secara daring. Kegiatan yang dimulai pada 23 hingga 27 Agustus 2025 ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai provinsi, termasuk Penyuluh Agama Islam KUA Mandau, Ahmad Sehat.

Pelatihan yang menggunakan platform Si Pintar ini dirancang untuk memperkuat kompetensi imam masjid, baik dari sisi keilmuan, spiritual, maupun kepemimpinan sosial. Materi yang diberikan mencakup fiqh imam, adab memimpin shalat, penguatan bacaan Al-Qur’an, penyusunan khutbah, hingga strategi dakwah bil hal yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern.

Ahmad Sehat yang selama ini aktif sebagai penyuluh sekaligus pembina majelis taklim di Kecamatan Mandau mengungkapkan rasa syukurnya bisa terlibat dalam program nasional tersebut. “Pelatihan ini menjadi kesempatan berharga untuk memperdalam ilmu sekaligus meningkatkan keterampilan saya dalam melayani umat. Seorang imam bukan hanya dituntut kuat dalam bacaan shalat, tetapi juga harus menjadi teladan akhlak, mampu berdialog dengan jamaah, dan peka terhadap dinamika sosial di sekitarnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ahmad Sehat menilai bahwa tantangan imam masjid saat ini tidak ringan. Di tengah arus informasi dan perubahan sosial yang begitu cepat, imam dituntut tidak hanya memahami hukum-hukum ibadah, tetapi juga harus mampu menjadi pendidik, motivator, dan penyejuk umat. Oleh karena itu, pelatihan semacam ini sangat penting untuk memperbarui pengetahuan sekaligus mengasah keterampilan praktis.

Kegiatan Daurah Aimmah sendiri merupakan program yang digagas Kementerian Agama RI dengan harapan imam masjid di seluruh Indonesia dapat memiliki standar kompetensi yang sama. Dengan demikian, umat dapat merasakan bimbingan yang lebih baik, tidak hanya dalam ibadah mahdhah (shalat dan ibadah langsung kepada Allah), tetapi juga dalam aspek sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan.

Antusiasme peserta cukup tinggi. Meskipun dilakukan secara daring, pelatihan tetap berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab, simulasi, dan diskusi kelompok. Hal ini memberikan pengalaman baru bagi para imam dan penyuluh, termasuk Ahmad Sehat, yang merasa lebih terbuka dalam menyampaikan ide serta menyerap wawasan dari para narasumber nasional.

Pada akhirnya, Ahmad Sehat berharap ilmu yang didapatkan selama pelatihan ini dapat segera diaplikasikan dalam kegiatan keagamaan di Mandau. “InsyaAllah, ilmu yang saya peroleh dari pelatihan ini akan saya terapkan dalam pelayanan kepada jamaah, baik di masjid maupun dalam aktivitas penyuluhan. Semoga ini menjadi amal jariyah yang bermanfaat untuk umat,” pungkasnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan para imam masjid semakin siap menjadi garda depan dalam membina umat, sekaligus menjadi figur yang menebarkan nilai-nilai moderasi beragama, persaudaraan, dan kesejukan di tengah masyarakat.