Bantan (Kemenag) - Pondok
Modern Nurul Hidayah kembali menggelar ujian dua bahasa yang biasa digunakan santri
pada Kamis, 21/11/2024 dengan diikuti oleh seluruh santri dari kelas 1 Kulliyatu-l-Mu'allimin
al-Islamiyah (KMI) hingga kelas 5 KMI, sementara santri kelas 6 KMI bertindak
sebagai pengawas ujian.
Pelaksanaan ujian
berlangsung serentak di ruang kelas masing-masing, menciptakan suasana yang
kondusif untuk mendukung konsentrasi santri. Ujian ini dirancang untuk mengukur
sejauh mana penguasaan bahasa para santri, yang merupakan salah satu program
unggulan di Pondok Modern Nurul Hidayah.
“Bahasa adalah salah satu
pintu utama menuju wawasan dunia. Dengan ujian ini, kami ingin memastikan
santri memiliki dasar yang kuat untuk menguasai berbagai ilmu pengetahuan dan menjadi
generasi yang unggul,” ujar salah satu pengurus bagian bahasa Ponpes yang tak
mau disebutkan namanya.
Antusiasme tinggi terlihat
di kalangan santri yang mempersiapkan diri dengan tekun menghadapi ujian ini.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa, tetapi
juga menjadi bagian dari upaya Pondok Modern Nurul Hidayah dalam membentuk
generasi berakhlak mulia dan cakap di berbagai bidang ilmu pengetahuan.
Melalui kegiatan ini, Pondok
Modern Nurul Hidayah terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pendidikan
berkualitas yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan penguasaan
bahasa, sebagai bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan.(*)