0 menit baca 0 %

Tingkatkan Keterampilan Fardhu Kifayah, PAI Ajarkan Praktik Mengafani dan Menyalatkan Jenazah

Ringkasan: Rokan Hilir (Kemenag) - Setelah pada pertemuan sebelumnya memberikan teori dan praktik memandikan serta cara mempersiapkan kain kafan, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Bangko Pusako, Asrul Kamil, melanjutkan pembinaan kepada warga dengan menggelar praktik lan...

Rokan Hilir (Kemenag) - Setelah pada pertemuan sebelumnya memberikan teori dan praktik memandikan serta cara mempersiapkan kain kafan, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Bangko Pusako, Asrul Kamil, melanjutkan pembinaan kepada warga dengan menggelar praktik langsung tata cara mengafani dan menyalatkan jenazah. Selasa malam, (9/9/2025).

Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al-Hikmah yang berada di Kepenghuluan Bangko Mukti, diikuti puluhan jemaah serta turut dihadiri mahasiswa KKN dari Institut Agama Islam Dar Aswaja Kubu. Antusiasme jemaah terlihat jelas tengah praktik berlangsung.

Asrul Kamil, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan satu rangkaian utuh dalam pelatihan pengurusan jenazah. "Pekan lalu kita sudah belajar detail mengenai jenis kain kafan, ukurannya, cara memotong, hingga mempersiapkan tali pengikatnya. Hari ini kita lanjutkan bagaimana mengafani dan menyalatkan jenazah dengan benar sesuai syariat agama Islam," ujarnya saat membuka kegiatan.

Dengan menggunakan alat peraga seukuran manusia dewasa, Asrul Kamil memulai praktik mengafani jenazah. Ia menunjukkan langkah demi langkah, mulai dari membentangkan tali dan lapisan kain kafan, cara meletakkan jenazah di atasnya, hingga proses membungkus jenazah dengan rapi sekaligus mengikatnya dengan benar baik untuk jenazah laki-laki maupun perempuan.

Para jemaah pun diberi kesempatan untuk mencoba langsung di bawah bimbingannya. Misdiyanto, salah seorang peserta yang juga Ketua Masjid Al Hikmah mengaku lebih percaya diri setelah mengikuti praktik tersebut.

"Selama ini saya hanya melihat dan mendengar saja. Ketika mencoba langsung, ternyata ada teknik-teknik tertentu agar kain kafan terpasang dengan baik dan tidak mudah lepas. Saya merasa lebih paham dan percaya diri untuk praktik langsung nantinya ketika ada keluarga yang meninggal," tuturnya.

Setelah sesi mengafani selesai, pelatihan dilanjutkan dengan praktik shalat jenazah. Asrul Kamil kembali menjelaskan rukun dan tata caranya, mulai dari posisi imam, niat, empat kali takbir beserta bacaannya, hingga salam. Para peserta kemudian membentuk saf dan mempraktikkan shalat jenazah secara berjamaah.

Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader di masyarakat yang sigap dan terampil dalam melaksanakan fardhu kifayah, sehingga pengurusan jenazah di tengah masyarakat dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. (Humas)