Kuansing (Kemenag) — Dalam rangka meningkatkan kapasitas serta memperkuat sinergi dan kolaborasi program penguatan zakat, infak, dan sedekah (Singkah), Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya turut ambil bagian dalam kegiatan Capacity Building Singkah yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuantan Singingi. Penyuluh Agama Islam Kantor KUA Kecamatan Sentajo Raya Muhammad Ridwan, Jusniwati, Sapri Marlian, Perlindungan dan Muhammad Isam serta kegiatan ini di laksanakan Pada Kamis 6 Juni 2025.Â
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memperkuat pemahaman para penyuluh agama dalam mendukung optimalisasi pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah di masyarakat, sekaligus membangun kolaborasi lintas sektor dalam penguatan fungsi keagamaan dan sosial di daerah. Serta kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi H Suhelmon.
Acara yang digelar secara khidmat dan penuh semangat ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain:
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, H. Suhelmon, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), Komisioner BAZNAS Kabupaten Kuantan Singingi, Emil Harda dan Darmawan, serta Staf BAZNAS Kabupaten Kuantan Singingi
Dalam sambutannya, H. Suhelmon menekankan pentingnya peran Penyuluh Agama Islam sebagai garda terdepan dalam membina dan menyadarkan umat, terutama dalam hal kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Ia menyampaikan bahwa gerakan Singkah ini tidak hanya sebatas program, namun merupakan misi kemanusiaan dan keagamaan yang harus digelorakan secara masif dan konsisten.
 "Zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi merupakan instrumen pembangunan sosial. Penyuluh agama adalah jembatan antara umat dan lembaga, dan melalui program Singkah ini, kita berharap akan lahir kesadaran kolektif masyarakat dalam menunaikan kewajiban dan anjuran agama," ujar H. Suhelmon dalam pidatonya.
Sementara itu, Komisioner BAZNAS, Emil Harda, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar BAZNAS dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia penyuluh agar mampu menjadi agen perubahan yang efektif di tengah masyarakat.
"Kami ingin menciptakan penyuluh yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga tangguh dalam manajemen dakwah sosial, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam menyampaikan pentingnya zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat," tegas Emil.
Kegiatan ini juga diisi dengan berbagai sesi diskusi, pelatihan teknis, serta pemaparan materi dari para narasumber yang berkompeten, yang diharapkan mampu memberikan bekal praktis dan strategis kepada para penyuluh dalam pelaksanaan tugas dakwah dan sosial mereka.
Turut hadir dalam kegiatan ini seluruh Penyuluh Agama Islam dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi, yang menunjukkan komitmen bersama dalam menggerakkan potensi umat demi kesejahteraan bersama.
Dengan semangat kebersamaan, acara Capacity Building Singkah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jaringan kerja dan membangun kolaborasi yang solid antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan para penyuluh agama Islam.
Program ini diharapkan dapat menjadi pemicu peningkatan kualitas pelayanan keagamaan, serta mengoptimalkan potensi zakat sebagai salah satu instrumen strategis dalam mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial di tengah masyarakat Kuantan Singingi.(RDW)