0 menit baca 0 %

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, MTsN 2 Kepulauan Meranti Gelar Workshop Asesmen dan P5RA Kurikulum Merdeka

Ringkasan: Meranti(Kemenag)- Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, MTsN 2 Kepulauan Meranti menggelar Workshop Asesmen dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin (P5RA) dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini berlangsung pada 16-17 November 2024.Seluruh tenaga pe...

Meranti(Kemenag)- Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, MTsN 2 Kepulauan Meranti menggelar Workshop Asesmen dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin (P5RA) dalam pembelajaran Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini berlangsung pada 16-17 November 2024.

Seluruh tenaga pendidik pada MTs N 2 Kepulauan Meranti mengikuti kegiatan ini dengan serius untuk mendalami materi yang disampaikan oleh narasumber kompeten, Taufik Bambang dari Widyaprana Badan Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Riau dengan jumlah peserta 49 orang.

Pada sesi pertama, peserta workshop diberikan pemahaman mendalam tentang penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), modul ajar, dan asesmen berdiferensiasi sesuai dengan ketentuan dalam KMA Nomor 450 Tahun 2024. Materi ini sangat penting untuk memastikan pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. 

Taufik menjelaskan bahwa pembelajaran pada Kurikulum Merdeka dibedakan menjadi dua yakni pembelajaran Intra dan Proyek.

"Pembelajaran Intra itu menjadi tanggung jawab setiap guru dan memiliki ciri di dalamnya ada nama mata pelajaran seperti Al-Qur'an Hadits, Aqidah Akhlaq dan seterusnya. Guru wajib menyusun perangkat pembelajaran yang mencakup pertama Capaian Pembelajaran (CP), kedua Tujuan Pembelajaran (TP), ketiga Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan keempat Modul Ajar(MA)," jelasnya.

Jika guru sudah memiliki empat jenis perangkat pembelajaran tersebut, maka tugas administrasi pembelajaran sudah lengkap.

"Sedangkan pembelajaran Proyek itu menjadi tanggung jawab Tim yang ditunjukkan dan mendapat pengesahan SK dari Kepala Madrasah," jelas Taufik lebih lanjut.

Pada sesi kedua, dikupas tuntas juga meteri penyusunan Modul P5RA dan asesmen yang relevan. Dengan bekal pengetahuan ini, diharapkan guru dapat merancang proyek-proyek pembelajaran yang menarik dan menantang bagi siswa.

Kepala MTsN 2 Kepulauan Meranti, Hufroni menyampaikan harapannya agar workshop ini dapat dikukti seluruh peserta dengan tuntas, meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang berkualitas. 

"Dengan pemahaman yang lebih baik tentang Kurikulum Merdeka, kita optimis dapat memberikan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa,” ujarnya. (n)