Tembilahan (Kemenag) - Sebanyak 20 orang peserta didik MIN 1 Indragiri Hilir mengikuti
kegiatan wisata edukasi dan kunjungan ke Museum Kelapa yang terletak di gedung
Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Jalan Pendidikan No. 1
Tembilahan, Senin (24/2/2025).
Peserta didik tersebut merupakan siswa yang masuk dan
terjaring dalam pengembangan diri untuk
persiapan kompetisi sains nantinya. Mereka didampingi oleh beberapa orang guru
yakni Ernaningsih Burhan, Salmah Hidayah, dan Wahyu Widi Asrini yang merupakan
pembimbing KSM di MIN 1 Indragiri Hilir.
Kunjungan ini disambut langsung oleh Kepala Dinas
Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Indragiri Hilir Abdul Rasyid
beserta Kasi dan staf.
Dalam sambutannya, Kepala DPAD Kabupaten Indragiri Hilir,
Abdul Rasyid mengungkapkan Perpustakaan saat ini dituntut untuk terus
bertransformasi seiring perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan, memastikan
bahwa perpustakaan adalah tempat yang nyaman bagi para penggunanya, serta
keberadaannya membawa dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Kami sangat senang dengan adanya kunjungan dari berbagai pihak. Kami
sangat mengutamakan pelayanan yang prima, terus berbenah agar perpustakaan ini
menjadi tempat yang nyaman bagi para pengunjung. Apalagi untuk anak-anak
seperti ini," ucap Abdul Rasyid.
Selanjutnya Abdul Rasyid juga memaparkan bahwa manfaat
perpustakaan, bahan-bahan bacaan, bagi anak-anak akan berdampak jangka panjang,
karena ini seperti perjalanan spiritual yang pencapaian setiap pribadi akan
berbeda-beda. Dampaknya tidak bisa langsung terlihat sebagaimana kita membangun
infrastuktur jalan, bangunan, dan sebagainya.
pada kesempatan lain, Kasmawati selaku Kasi Pengolahan Bahan
Pustaka sangat mendukung adanya kunjungan belajar ini. Dia berharap akan ada
kunjungan selanjutnya dari MIN 1 Indragiri Hilir Kembali.
Dalam hal ini, Ernaningsih Burhan yang merupakan salah satu pembimbing
KSM di MIN 1 Indragiri Hilir mengatakan kegiatan ini dilaksanakan setelah
pulang sekolah diluar jam efektif. Bertujuan untuk mengajak peserta didik agar
lebih familiar dengan perpustakaan yang fungsinya bukan hanya sebagai salah
satu tempat sumber ilmu dan informasi, namun juga bisa dijadikan sebagai tempat
wisata yang menyenangkan. Ditambah lagi dengan adanya museum kelapa, peserta
didik jadi lebih mengenal kearifan lokal daerahnya.
"Kegiatan wisata edukasi dan kunjungan ke Museum Kelapa ini kami
laksanakan di luar jam efektif sekolah, dengan tujuan untuk mengajak peserta
didik agar lebih familiar dengan perpustakaan. Kami ingin menunjukkan bahwa
perpustakaan bukan hanya tempat mencari ilmu, tetapi juga tempat wisata yang
menyenangkan," ungkapnya. (Ria/ Isfan)