Kuansing (Kemenag) - Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Muhammad Ridwan, turut serta dalam Seminar Nasional Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom.
Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan peran perpustakaan dalam mendukung pengembangan keilmuan dan wawasan masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa 18 Februari 2025.
" Seminar ini menghadirkan berbagai narasumber ahli dari kalangan akademisi, praktisi perpustakaan, serta tokoh agama yang membahas peran perpustakaan dalam membangun budaya literasi, termasuk literasi keislaman," tutur Ridwan.
Dalam sesi diskusi, dibahas bagaimana perpustakaan, baik fisik maupun digital, dapat menjadi sarana untuk memperkaya wawasan keislaman masyarakat, meningkatkan minat baca Al-Qur’an dan kitab-kitab keislaman, serta sebagai media dakwah berbasis literasi.
Sebagai penyuluh agama Islam, Muhammad Ridwan menganggap seminar ini sebagai peluang untuk memperdalam pemahaman mengenai strategi literasi digital dan pemanfaatan perpustakaan dalam dakwah Islam. Ia menyoroti pentingnya akses masyarakat terhadap sumber-sumber literasi yang berkualitas guna meningkatkan pemahaman agama secara lebih mendalam.
" Seminar ini memberikan wawasan baru bagi kami, khususnya dalam mengembangkan metode dakwah berbasis literasi. Dengan adanya akses perpustakaan yang lebih luas, baik dalam bentuk cetak maupun digital, masyarakat dapat lebih mudah memahami ajaran Islam secara benar dan komprehensif," ujar Muhammad Ridwan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran penyuluh agama dalam mendorong budaya membaca di kalangan umat, khususnya generasi muda, agar mereka memiliki pemahaman agama yang lebih kuat berdasarkan sumber-sumber yang kredibel.
Keikutsertaan Muhammad Ridwan dalam seminar ini diharapkan dapat membawa manfaat dalam praktik penyuluhan agama di Kecamatan Sentajo Raya.Â
" Salah satu langkah yang direncanakan adalah meningkatkan kolaborasi dengan perpustakaan sekolah, masjid, serta komunitas literasi Islam guna menyediakan akses yang lebih luas terhadap buku-buku keagamaan," jelasnya.
Lebih lanjut, diharapkan adanya penguatan literasi digital melalui pemanfaatan platform daring seperti e-library dan media sosial untuk menyebarkan informasi keislaman yang edukatif dan inspiratif.
Dengan partisipasi aktif dalam forum nasional ini, diharapkan peran penyuluh agama semakin optimal dalam membangun masyarakat yang cerdas, berwawasan luas, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.(RDW)